Music Zone

MUSIC ZONE: Musisi Nasional dan Internasional Ramaikan UVJF 2022

Ajang selebrasi tahunan musik bergenre jazz, yakni Ubud Village Jazz Festival (UVJF) akan kembali digelar untuk ke-9 kalinya, 12-13 Agustus 2022 di Mu

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Ajang selebrasi tahunan musik bergenre jazz, yakni Ubud Village Jazz Festival (UVJF) akan kembali digelar untuk ke-9 kalinya, 12-13 Agustus 2022 di Museum Arma Ubud, Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ajang selebrasi tahunan musik bergenre jazz, yakni Ubud Village Jazz Festival ( UVJF) akan kembali digelar untuk ke-9 kalinya, 12-13 Agustus 2022 di Museum Arma Ubud, Gianyar.

Perhelatan musik yang telah mendunia ini kembali menyuguhkan deretan musikus jazz nasional, juga internasional.

Diketahui, tahun 2020 UVJF sempat vakum akibat pandemi, kembali bangkit pada edisi "Kebangkitan" dan berhasil mendulang kesuksesan Oktober 2021.

"Musisi jazz yang tampil adalah mereka yang kami kurasi dan pilih sendiri, jadi saya menelusuri website juga YouTube untuk melihat musisi jazz yang berbakat, tapi belum begitu dikenal publik. Namun ada juga yang memang sudah populer," kata Co Founder UVJF, Yuri Mahatma pada acara konferensi pers, Kamis, 4 Agustus 2022.

Ajang selebrasi tahunan musik bergenre jazz, yakni Ubud Village Jazz Festival (UVJF) akan kembali digelar untuk ke-9 kalinya, 12-13 Agustus 2022 di Museum Arma Ubud, Gianyar.
Ajang selebrasi tahunan musik bergenre jazz, yakni Ubud Village Jazz Festival (UVJF) akan kembali digelar untuk ke-9 kalinya, 12-13 Agustus 2022 di Museum Arma Ubud, Gianyar. (istimewa)

Hadirnya kembali musisi jazz internasional tidak lepas dari kelonggaran kebijakan perjalanan. "Kami sangat senang dapat mengundang musisi internasional lagi, dengan kebijakan perjalanan yang lebih renggang dan ketersediaan koneksi penerbangan yang walaupun masih terbatas pada beberapa destinasi, namun telah menunjukkan keadaan open border," sambung Founder UVJF, AA Anom Wijaya Darsana.

Deretan musisi jazz yang dipastikan tampil diantaranya Bernard Van Rossum dari Belanda. Bernard pemain saksofon yang juga mengajar di beberapa konservatori musik terkenal di Eropa. Dia juga pendiri band besar flamenco yang mendapatkan begitu banyak umpan balik positif dari penggemar dan kritikus jazz di seluruh dunia.

Dalam gelaran UVJF 2022 ini, Bernard akan membawa kuartetnya yang diisi oleh Joan Terrol dan Xavier Vicente Torres dari Spanyol serta Marco Zenini asal Italia

Sum Kim, seorang gitaris muda, berbakat, dan salah satu yang paling banyak dibicarakan dari generasi baru Korea Selatan turut serta menghangatkan gelaran UVFJ 2022. Sum Kim akan berkolaborasi dengan musisi asal Bali, Gustu Brahmanta (drum) serta Kevin Suwandhi (Keyboard). Sun Kim sendiri mewarnai panggung jazz Korea dengan interpretasinya yang unik nan menyegarkan.

"Dari Indonesia, kami dengan bangga mempersembahkan Tohpati, gitaris, komposer, produser yang paling serbaguna dan diakui secara internasional yang akan tampil dengan proyeknya, Tohpati Bertiga," sebut Yuri Mahatma.

Gustu Brahmanta mewakili musisi yang tampil di UVJF menuturkan akan menampilan pencampuran antara musik barat dan musik tradisional bali. Sebagai pemain drum, ia pun membawa perkusi tradisional Bali dengan orisinalitas karyanya sendiri.

"Saya nanti bermain bersama dua orang lainnya, membawa musik amerika dipadukan dengan unsur Bali dengan nada pelog," ungkapnya.

The Magic Fingers, Balawan dengan Batuan Ethnic Fusionnya akan meramaikan panggung UVJF dengan perpaduan unik antara jazz, rock, dan gamelan. Juga Gev Delano, musisi muda berusia 12 tahun dari Semarang, Jawa Tengah. Pemain elektrik bass ini akan berkolaborasi dengan Krisna Dharmawan (gitar), Gede Yudistira (keyboard), dan Grady Boanerges (drum).

"Melihat anak-anak muda ini bermain bersama meyakinkan kami bahwa masa depan jazz di Indonesia akan baik-baik saja," ucap Yuri Mahatma.

Band muda lainnya adalah Panacea, juara 1 UPH Conservatory of Music National Jazz Competition 2022. Sebuah kompetisi nasional bergengsi yang setiap tahunnya melahirkan bakat luar biasa. Tampil juga Soulfeggio dengan "Tribute to Natalie Cole", Warman Sanjaya & Irsa Destiwi Projects, dan Gustu Brahmanta Project.

"Para musisi Bali ini akan menunjukkan bahwa pulau ini memiliki banyak musisi tingkat tinggi yang sangat berbakat," seru Yuri Mahatma.

Turut tampil Kasyfi Kalyasyena Trio berkolaborasi dengan Sandy Winarta, dan terakhir Dennis Junio & The Bali Connection, saxophonist berbakat asal Jakarta yang akan menyuguhkan "Tribute to Hank Mobley".

Kabid Pemasaran Pariwisata Provinsi Bali Ida ayu Indah Yustikarini menuturkan, UVJF ini merupakan satu dari tujuh event di Pulau Dewata yang lolos kurasi pada Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai event berskala internasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Event seperti ini sebagai strategi kebangkitan Bali jangka pendek setelah adanya COVID-19, karena dengan event akan mendatangkan lebih banyak orang ke Bali. Mereka akan menginap dan membeli oleh-oleh di Bali, jadi secara tidak langsung berdampak pada ekonomi Bali," tuturnya

Meski berlangsung pada lokasi yang sama, tapi UVJF selalu memberi kesan yang berbeda setiap tahunnya.

Selain dimanjakan deretan musisi nasional dan internasional, para penikmat jazz disuguhkan keunikan tata letak, dekorasi di semua area festival, termasuk panggung dan stand UKM yang dirancang secara eksklusif oleh tim design UVJF, Klick Swantara, dan Diana Surya, yang juga CEO Achimetriz Design.

"Semua ide konsep diproyeksikan untuk mendapatkan suasana yang unik dan nyaman, tanpa pernah meninggalkan kearifan dan tradisi lokal," kata Klick Swantara. CAN

Foto:
1. Gev Delano
2. Bernard Van Rossum
3. Tohpati Bertiga
4. Soulfeggio
5. Bernard Van Rossum
6. Gustu Brahmanta
7. Balawan
8. Press Conference UVJF 2022

BERITA LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved