Berita Denpasar

Disebut Hasilnya Kecil, Anggota Banggar Pertanyakan Penyertaan Modal Pemkot Denpasar ke Jamkrida

Anggota Badan Anggaran (Banggar) Denpasar pertanyakan modal ke Jamkrida oleh Pemkot Denpasar.

Tribun Bali/Putu Supartika
Rapat Banggar beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Kota Denpasar 

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggota Badan Anggaran ( Banggar) Denpasar pertanyakan modal ke Jamkrida oleh Pemkot Denpasar.


Hal ini karena pendapatan dari penyertaan modal tersebut dinilai terlalu rendah.


Hal tersebut dipertanyakan oleh Anggota Banggar DPRD Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra.


Susruta mengatakan pihaknya melihat dalam pos pembiayaan ada dana Rp11 miliar yang dialokasikan untuk Jamkrida. 

Baca juga: Perumda Pasar Akan Gunakan Plastik yang Bisa Terurai 6 Bulan di 16 Pasar di Denpasar


"Ini karena hasil yang diperoleh cukup kecil. Hanya 1,06 persen. Pada 2021 Pemkot mengalokasikan Rp500 juta ke Jamkrida. Hasilnya, haya  mendapatkanRp5,3 juta," kata Susruta.


Ia pun menanyakan alasan dari pernyataan modal tersebut.


Selain ke Jamkrida juga ada penyertaan modal ke BPD.


Namun untuk yang ke BPD, menurutnya sudah cocok.


Hal ini dikarenakan pendapatannya cukup besar.

Baca juga: Satgas PMK Terus Pantau Lalulintas Ternak, Sempat Pergoki Pengiriman Babi Hendak ke Denpasar


"Pada 2021 Pemkot mengalokasikan dana untuk penyertaan modal ke BPD sebesar Rp 147 miliar lebih. Hasil yang didapat Rp 44,7 miliar atau 25 persen. Itu sangat bagus," katanya.

 

Terkait hal tersebut, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana memberikan penjelasan. 


Ia mengatakan, penyertaan modal ke Jamkrida yang dilakukan tergolong kecil bila dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved