Berita Singaraja

102 Jenis Kosmetik Ilegal Disita, Sebagian Besar Parfum yang Dijual Gunakan Merek Terkenal

Ratusan jenis kosmetik ilegal atau tanpa izin edar, disita oleh Loka POM Buleleng. Kosmetik yang disita sebagian besar jenis parfum, yang ditemukan da

102 Jenis Kosmetik Ilegal Disita, Sebagian Besar Parfum yang Dijual Gunakan Merek Terkenal
Tribun Bali
Foto: Ratu Ayu Astri Desiani/ Petugas Loka POM Buleleng menunjukan produk kosmetik ilegal, Senin (8/8).

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ratusan jenis kosmetik ilegal atau tanpa izin edar, disita oleh Loka POM Buleleng. Kosmetik yang disita sebagian besar jenis parfum, yang ditemukan dari lima toko kosmetik yang ada di Buleleng. 

Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari ditemui Senin (8/8) mengatakan, pihaknya telah melakukan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal atau yang mengandung bahan berbahaya sejak Juli lalu. Aksi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. 

Khusus di Buleleng, ada lima toko kosmetik yang menjadi sasaran aksi penertiban. Dari lima toko yang menjadi target, seluruhnya dinyatakan tidak memenuhi ketentuan.

Sebab ada 102 jenis kosmetik yang terdiri dari parfum, sabun, masker, lotion, hairtonic, krim, lipstik hingga maskara yang ditemukan tidak memiliki izin edar dan kadaluarsa. 

"Kosmetik yang kami temukan ilegal ada 102 jenis, dengan jumlah 730 kemasan. Sebagian besar  kosmetik yang ilegal itu adalah parfum, dengan jumlah 477 kemasan. Dari 730 kemasan kosmetik yang kami sita itu, memiliki nilai jual hingga Rp 34 juta lebih," katanya. 

Baca juga: 20 Ekor Kambing Hendak Masuk Bali Digagalkan, Endus Upaya Penyelundupan Hewan Ternak via Gilimanuk

Beberapa kosmetik yang ditemukan ilegal itu pun langsung dimusnahkan di tempat. Ada beberapa juga yang disita untuk dijadikan barang bukti. Kepada petugas, pemilik toko mengaku mendapatkan produk-produk kosmetik itu dari sales, serta ada pula yang dibeli secara online.

Terkait temuan ini, Ery menyebut pihaknya memberikan peringatan berupa sanksi tertulis kepada pemilik toko. Pihaknya juga saat ini masih menyelidiki sales yang menyalurkan kosmetik-kosmetik ilegal itu. "Kami sudah meminta data salesnya, termasuk juga toko online tempat mereka membeli produk-produk ilegal ini," ucapnya.

Disinggung terkait parfum ilegal yang disita, lima toko tersebut menjualnya dalam kemasan yang mirip dengan merek aslinya. Tak tanggung-tanggung, merek yang digunakan pun menggunakan merek dari produk terkenal di dunia.   Namun parfum-parfum itu dijual dengan harga yang lebih murah, dengan kisaran  Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. 

Ery pun mengaku pihaknya belum memeriksa kandungan yang ada di dalam parfum ilegal tersebut. Apakah telah dicampur dengan bahan-bahan berbahaya atau tidak.

"Mau parfum itu asli atau tidak, selama tidak ada izin edarnya maka itu dikategorikan ilegal. Produk kosmetik itu wajib memiliki izin edar dari BPOM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved