Berita Bangli

15 Ribu Sapi di Bangli Sudah Divaksin PMK

Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk hewan ternak sapi, hingga kini masih terus digencarkan. Bahkan tercatat ratusan sapi telah mendapat vaks

istimewa
Vaksinasi PMK di Desa Pengiangan, Kecamatan Susut. Sabtu (6/8/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk hewan ternak sapi, hingga kini masih terus digencarkan. Bahkan tercatat ratusan sapi telah mendapat vaksin dosis II.

Humas Satgas Penanggulangan PMK Bangli, I Wayan Dirgayusa mengatakan, hingga kini capaian vaksinasi PMK di Bangli sebanyak 15.854. Jumlah tersebut merupakan sapi yang sudah mendapatkan vaksin dosis I dan II.

"Rinciannya, untuk yang baru mendapatkan dosis I sebanyak 15.145 ekor.

Sedangkan 709 ekor sisanya sudah mendapatkan dosis II," sebutnya, Minggu 7 Agustus 2022.

Vaksinasi PMK di Desa Pengiangan, Kecamatan Susut. Sabtu (6/8/2022)
Vaksinasi PMK di Desa Pengiangan, Kecamatan Susut. Sabtu (6/8/2022) (istimewa)

Sesuai data, vaksinasi PMK menyebar ke sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan. Paling banyak tercatat di Kecamatan Susut, yakni 7 desa. Diantaranya Desa Demulih, Abuan, Susut, Tiga, Apuan, Sulahan, dan Pengiangan. Selanjutnya Kecamatan Bangli ada lima desa, meliputi Desa Landih, Pengotan, Kayubihi, Kawan, dan Bunutin.

"Di Tembuku ada dua desa, yakni Desa Yangapi dan Peninjoan. Sedangkan di Kintamani ada empat desa, yakni Desa Buahan, Kedisan, Suter, dan Abang Batudinding," ujarnya.

Diketahui pula, Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengklaim bahwa Bali sudah bebas dari PMK. Dirgayusa menjelaskan klaim tersebut berdasarkan indikator penambahan kasus baru. Yang mana Bali sudah masuk zona hijau. "Begitupun di Bangli. Hingga kini tercatat hanya ada 8 kasus PMK, dan tidak ada penambahan lagi. Sehingga sudah masuk zona hijau," ungkapnya.

Lantas disinggung soal pengoperasian kembali pasar hewan Kayuambua, Kecamatan Susut, Dirgayusa yang juga Kadis Kominfosan Bangli ini menjelaskan, dari pihak Satgas PMK Provinsi Bali sudah mengajukan permohonan pembukaan lalu lintas hewan ternak. Namun pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari provinsi.

"Permohonan itu diajukan kepada Kementerian Pertanian. Kita di Bali, khususnya di Bangli masih menunggu bagaimana tanggapan dari pusat. Mudah-mudahan dalam dua hingga tiga pekan kedepan jalur perdagangan ternak baik keluar ataupun masuk Bali sudah dibuka. Termasuk pasar hewan," tandasnya. (mer)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved