Berita Jembara

20 Ekor Kambing Hendak Masuk Bali Digagalkan, Endus Upaya Penyelundupan Hewan Ternak via Gilimanuk

Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk kembali menggagalkan upaya penyelundupan hewan ternak masuk Bali,

istimewa
Foto Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk : Petugas saat berhasil mengamankan pick up menggunakan terpal yang hendak menyelundukan heean ternak 20 ekor kambing di Gilimanuk, Jembrana, Minggu 7 Agustus 2022. 

TRIBUN BALI.COM, NEGARA - Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk kembali menggagalkan upaya penyelundupan hewan ternak masuk Bali, Minggu 7 Agustus 2022 kemarin. Total ada 20 ekor kambing yang berasal dari Banyuwangi hendak dikirim ke Bali.

Upaya ini digagalkan karena Bali masih menerapkan status lockdown ternak sebagai pencegahan PMK. Selain itu, pengiriman hewan ternak berpotensi menularkan PMK ini tanpa dilengkapi dokumen resmi. 

Menurut informasi yang diperoleh, pihak petugas yang melaksanakan penjagaan mencurigai sebuah mobil pick up warna hitam merah yang menggunakan terpal.

Selanjutnya, petugas pun mengecek karena modus seperti ini biasanya digunakan para oknum penyelundup hewan ternak. 

Alhasil, 20 ekor kambing ditemukan dalam pick up tersebut. Rencananya akan dibawa menuju Kabupaten Tabanan. Setelah dilakukan pemeriksaan, sang sopir pun diminta untuk membuat surat pernyataan tak mengulangi perbuatan tersebut.

Selanjutnya, petugas mengirim kembali alias menolak kiriman hewan ternak tersebut ke daerah asal. 

"Modusnya masih sama seperti kemarin.

Baca juga: Desak Ketut Dilarikan ke RSUD Klungkung Setelah Tersengat Serangan Tawon, Ini Kondisi Terkini

Bawa mobil pick up yang ditutup terpal. Setelah kita cek ternyata ada 20 ekor kambing di dalamnya," jelas Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk, I Nyoman Ludra saat dikonfirmasi, Senin 8 Agustus 2022. 

Dia melanjutkan, ketika dilakukan pemeriksaan, mobil pengangkut ternak itu tak dilengkapi dengan surat apapun. Sehingga, ketika lakukan penolakan pihaknya langsung membuatkan surat lengkap dan mengembalikan hewan ternak ke daerah asalnya.

"Saat kita periksa itu tak ada surat. Saat kita kembalikan dari Gilimanuk baru lengkap dengan surat. Tapi secara umum kondisi hewannya sehat," ungkapnya.

Baca juga: Tiket Online Habis, Prost Fest Bali 2022 Berencana Sediakan Tiket On The Spot

Disinggung mengenai kasus upaya penyelundupan hewan ternak dari Jawa ke Bali di tengah penerapan lockdown ini, Nyoman Ludra menyebutkan kasus ini adalah yang kedua kalinya. Yang pertama adalah oknum yang membawa 6 ekor kambing. Jika sebelum lockdown diberlakukan memang beberapa kali lakukan penolakan karena berkas tak lengkap. 

"Ini jadinya yang kedua kali (dari Jawa ke Bali). Kami harap dengan kejadian ini menjadi pelajaran. Mengingat Bali saat ini masih lockdown serangkaian pencegahan PMK," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved