Berita Karangasem

Wisatawan Domestik dan Mancanegara Akan Gelar Upacara Kemerdekaan RI di Puncak Gunung Agung

Guide pendaki sekitar Gunung Agung diperkirakan akan kewalahan layani wisatawan yang mendaki menjelang Hari Kemerdekaan RI ke - 77.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem saat mendaki Gunung Agung, Jumat (10/6/2022). 

AMLAPURA, TRIBUN BALI. COM - Guide pendaki sekitar Gunung Agung diperkirakan akan kewalahan layani wisatawan yang mendaki menjelang Hari Kemerdekaan RI ke - 77.

Tamu mancanegara dan domestik yang naik ke Gunung saat Hari Kemerdekaan diperkirakan mencapai ribuan orang.

Koordinator Guide Pendaki Gunung Agung disekitar Besakih, Komang Kayun, mengatakan, wisatawan yang membooking guide hampir ratusan orang.

Puncak Gunung Agung diselimuti awan putih, Sabtu (30/9/2017)
Puncak Gunung Agung diselimuti awan putih, Sabtu (30/9/2017) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Kemungkinan jumlaah akan terus naik sampai hari H. Wisatawan domestik yang bertanya tentang proses pendakian ke Gunung cukup banyak.

"Wisatawan domestik dan mancanegara yang akan gelar upacara di atas Gunung Agung bisa mencapai ribuan orang. Wisdom yang sudah membooking hampir ratusan orang. Ada dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sekitar Provinsi Bali,"kata Komang Kayun kpada Tribun Bali, Senin 8 Agustus 2022. 

Memprihatinkan, Jalan ke Jalur Pendakian Gunung Agung Puragae Belum Diaspal

Meningkatnya wisatawan domestik yang akan mendaki ke atas Gunung Agung dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya, digelarnya upacara dan pengibaran bendera merah putih mnyambut hari kemerdekaan di Puncak Gunung Agung. Kegiatan ini kembali digelar setelah adanya erupsi sejak 2017

"Komunitas guide sudah sediakan tempat untuk camp di ketinggian sekitar 2.600 mdpl. Lahan ini cukup menghendal ratusan tenda. Jalan ke puncak juga sudah dibersihkan, sehingga para pendaki nyaman naik ke atas,"tambah Kayun, sapaan akrab.

Ditambahkan, wisman dan domestik yang mendaki ke Gunung Agung menjelang 17 Agustus terus meningkat. Perhari rata - rata wisatawan yang mendaki ratusan lewat Jalur Pengubengan serta Jalur Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Belum jalur pendakian dari Pasar Agung.

"Wisatawan yang mendaki sekarang rata - rata tujuannya ingin kemah diatas, sekalian melihat sunrise, sunset. Wisman yang naik kebanyakan dari Prancis. Kalau wisdom rata-rata dari luar Bali,"imbuh Komang Kayun.

Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang mendaki dari jalur Pura Pasar Agung Sebudi, Sebudi, Kecamatan Selat, Pempatan, dan Kecamatan Bebandem. Seandainya di kalkulasi semua mungkin bisa mencapai ratusan. Peendakian ke atas tetap harus memaakai guide lokal.

"Wisatawan yang mendaki harus melibatkn pemandu lokal Gunung Agung Bali. Harapannya agar pendaki tetap mematuhi aturan yang berlaku. Terpenting yakni tidk melakukan hal - hal diluar moral. Guide lokal di Desa Besakih mencapai puluhan orang,"imbuh Kayun, warga asli Temukus

Pihaknya berharap, wisatawan yang melakukaan pendakian terus meningkat. Sehingga bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Para pendaki juga diminta untuk tetap mematuhi peraturan yang ditentukan desa adat serta guide lokal. Haarapannya agr selamat sampai tujuan

Untuk diketahui, pendakian ke atas Gunung Agung sempat ditutup peetugas beberapa tahun karena aktivitas Guunung Agung meningkat. Pendakian ke puncak dibuka setalah status Gunung Agung turun dari waspada (level II) jadi normal (level I) oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana & Geologi.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved