Berita Bali

Suami Istri Sebar Video Asusila, Ditreskrimsus Polda Bali Tangkap Pelaku Sekaligus Admin Medsos

Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan suami istri asal Gianyar yang menyebarkan atau membagikan video bermuatan tindakan asusila ke media sosial

Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Ditreskrimsus Polda Bali amankan terduga pelaku penyebaran konten asusila. Kelola 3 grup telegram berbayar dengan keuntungan 50.000.000 rupiah - Suami Istri Sebar Video Asusila, Ditreskrimsus Polda Bali Tangkap Pelaku Sekaligus Admin Medsos 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARDitreskrimsus Polda Bali melalui personel Subdit V Siber, mengamankan GGG (33) dan DKS (30).

Dua orang yang berstatus suami istri itu ditangkap karena kasus cyber crime yakni menyebarkan atau membagikan video bermuatan pornografi di media sosial.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menuturkan, kedua terduga pelaku yang diamankan oleh personel Ditreskrimsus Polda Bali merupakan sepasang suami istri asal Kabupaten Gianyar.

“Iya, sepasang suami-istri yang berinisial (GGG) berumur 33 tahun, dan istrinya, Kadek (DKS) berumur 30 tahun, beralamat di Gianyar,” jelas Kombes Pol.

Baca juga: VIDEO ASUSILA Pantai Pererenan Kini Telah Dikoordinasikan Polsek Mengwi ke Tim Siber Polda Bali

Stefanus Satake Bayu saat jumpa pers yang digelar di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu 10 Agustus 2022.
Pengungkapan itu bermula dari personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali melakukan patroli siber.

Kemudian, ditemukan akun twitter dengan jumlah followers 68,9K yang membagikan video bermuatan pornografi.

Video yang dibagikan di twitter berdurasi singkat. Sehingga, terduga pelaku membuat opsi untuk bergabung ke dalam “Open Group Exclusive Telegram” dengan membayar Rp 200.000.

Setelah melakukan undercover buy, personel Ditreskrimsus Polda Bali menemukan terduga pelaku yang juga menjadi admin grup telegram membagikan video pornografi berdurasi lengkap, seperti yang sebelumnya diunggah pada media sosial twitter.

Dengan adanya hasil patroli siber tersebut, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Bali melakukan penyelidikan, Jumat 22 Juli 2022 dan diketahui terduga pelaku merupakan sepasang suami istri.

Terduga pelaku mengakui bahwa pemeran video pornografi dan sekaligus admin grup merupakan dirinya.

Mengunggah video pornografi telah dilakukannya sejak 2019, namun belum berbayar.

Terduga pelaku berdalih, hal tersebut dilakukan hanya untuk memenuhi fantasi seksualnya.

Konten berbayar mulai diunggahnya pada 2020.

Sampai saat ini, terduga pelaku telah mengelola 3 grup telegram dengan total keuntungan sekitar Rp 50.000.000.

Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah telepon genggam merek Realme, 1 buah hard disk, 1 akun twitter yang digunakan untuk mengunggah konten pornografi, dan 1 akun telegram dengan 3 grup berbayar.

Terduga pelaku disangkakan Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4, Pasal 10 UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi dan/atau Pasal 55 KUHP. (mah)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved