Berita Jembrana

Jembrana Kekurangan Ratusan Guru, Sisa Kuota PPPK Guru 329 Orang

Setiap tahunnya, selalu ada tenaga guru yang bakal pensiun. Rata-rata jumlah guru yang pensiun setiap harinya di Jembrana mencapai di atas 50 orang.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra belum lama ini. 

 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Setiap tahunnya, selalu ada tenaga guru yang bakal pensiun. Rata-rata jumlah guru yang pensiun setiap harinya di Jembrana mencapai di atas 50 orang.

Hal ini mengakibatkan Jembrana kekurangan guru di sekolah jenjang SD hingga SMP. Total kekurangan guru di Jembrana pada tahun 2021 lalu adalah sebanyak 1.230 orang. 


Menurut data yang diperoleh, dari kekurangan 1.230 orang guru tersebut sudah terisi 609 orang guru pada rekrutmen PPPK tahun 2021 lalu. Praktis, dengan jumlah tersebut Jembrana masih kekurangan guru sebanyak 621 orang guru.

Baca juga: Bupati Tamba Bagikan Ratusan Kompor Gratis Bantuan Pertamina, Bentuk Support Kepada UMKM Jembrana

Nantinya, untuk mengurangi jumlah kekurangan guru tersebut bakal diisi oleh rekrutmen PPPK sisa kuota tahun lalu sebanyak 329 orang. 


Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, masih menunggu informasi lebih lanjut terkait proses seleksi tenaga PPPK tahap III. Secara umum, sisa kuota di tahun 2021 sebanyak 329 formasi guru. 


"Sekarang harus semua diusulkan. Jadi kita usulkan semua guru yang masih statusnya kontrak. Tapi kembali lagi ke pusat, belum tentu semua disetujui. Nanti kita akan diberikan kuota," katanya saat dikonfirmasi.


Untuk usulan, kata dia, tahun 2021 lalu sudah mengusulkan sebanyak 938 formasi dan yang sudah diterima menjadi PPPK sebanyak 609 orang. Sehingga sisanya masih tersedia 329 orang yang akan diperebutkan pada tahun ini.

Baca juga: Sulit Masuk ke Tengah Laut, Proses Pencarian Warga Terseret Arus di Jembrana Dihentikan Sementara


"Kebutuhan guru sebenarnya 1.230 orang. Tapi sebagian sudah lulus jadi tenaga PPPK. Kemudian, untuk tahap III yang merupakan sisa dari kuota perekrutan PPPK tahun 2021 diusulkan semua (329 formasi)," jelasnya. 


Di 2022 ini kita juga sedang pemetaan, agar mengetahui secara detail berapa jumlah guru kontrak per sekolah. Sedangkan untuk formasi tenaga kependidikan juga masih dilakukan pendataan dan menunggu regulasi selanjutnya.

Sebab, untuk formasi tenaga kependidikan masih belum tersedia atau diberikan kuota oleh pusat. 


"Itu seperti tenaga administrasi, tukang kebun, pustakawan dan lainnya. Nah nantinya apakah outsourcing atau bagimana masih menunggu regulasi dari pusat," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved