PMI Telantar di Turki

Usai Terima Keluhan PMI Asal Bali yang Bekerja di Turki, Disnaker Akan Koordinasi dengan Keluarga

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bali telah menerima surat dari I Gusti Ayu Vira Wijayantari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli

Istimewa
I Gusti Ayu Vira Wijayantari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam kondisi sakit kini telantar di Turki. Ia pun ingin segera pulang ke Indonesia. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bali telah menerima surat dari I Gusti Ayu Vira Wijayantari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli yang ingin pulang kembali ke Bali. 


"Kemarin ada surat sudah kita terima kemarin sore sekitar pukul 17.00 sore. Begitu kita baca surat tersebut lalu saya forward dan sampaikan di KBRI Ankara Turki. KBRI Turki mengatakan siap mem-follow up masalah ini. Selain menghubungi petugas KBRI di Ankara kita juga menghubungi yang bersangkutan melalui WhatsApp," jelas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Arda pada, Senin 15 Agustus 2022. 

Baca juga: BREAKING NEWS - PMI Asal Bali Telantar di Turki, Kondisi Sakit dan Uang Habis untuk Berobat

Dalam komunikasi tersebut, Arda menjelaskan jika sesuai dengan surat yang dibuatnya, maka ia berangkat bekerja ke Turki secara mandiri.

Namun tetap mengurus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) nya di BP2MI.

PMI tersebut juga sudah mengantongi KTKNL. Selain itu Disnaker Bali juga sudah hubungi kadisnaker Bangli untuk hari ini agar terjun ke rumah yang bersangkutan dan melakukan koordinasi dengan keluarganya. 


"Kita juga sudah hubungi BP2MI apakah betul KTKNL nya memang sudah terbit. Sedang dicek dan saat ini dengan Kabid saya langsung mendatangi Bu Agung yang memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Perlu diketahui LPK dan P3K beda kalau LPK memiliki kewenangan hanya sebatas melatih kalau memberangkatkan tidak boleh."

"Makanya kan nyambung dengan isi surat tersebut karena memang LPK tidak memiliki kewenangan untuk memberangkatkan. Kalau sudah ada KTKNL berangkatnya sudah mandiri sudah sah," tambahnya. 

Baca juga: PUTRA DARI BALI Tingkatkan Prestasi Atlet Kempo di Provinsi Banten


Terlebih PMI tersebut sudah melakukan tanda tangan kontrak, namun ia belum mengetahui isi dari kontrak tersebut.

"Berkas-berkas itu yang masih diminta ke BP2MI. Yang PMI tersebut keluhkan yakni waktu kerja yang tidak sesuai perjanjian selain itu gajinya juga tidak sesuai dengan kontrak." 


"Karena kita belum pegang kontraknya jadi masih komunikasi sepihak. Dia menceritakan saat ini tidak bekerja dalam kondisi sakit dan dibantu oleh teman-temannya dan bisa dibantu pemulangannya. KBRI yang akan mengatasi selaku wakil pemerintah pusat. Kita selalu monitor dengan KBRI terlebih dia sedang sakit. Dia mohon untuk bisa dipulangkan ke Bali. Tentunya nanti karena masih sakit tergantung teman-teman dari Kemenlu atau KBRI," tutupnya. (*) 

 

 

Berita lainnya di Pekerja Migran Indonesia

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved