Berita Klungkung

BALITA MENINGGAL DUNIA, Jatuh ke Jurang di Desa Tusan Dikenal Sebagai Anak Hiperaktif

I Gede P, balita yang ditemukan meninggal dunia setelah terjerumus ke jurang di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dikenal anak hiperaktif

Istimewa
I Gede P, balita yang ditemukan meninggal dunia setelah terjerumus ke jurang di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dikenal sebagai anak hiperaktif. Anak berusia 3,5 tahun, itu terjatuh ke jurang pada Senin, 15 Agustus 2022.  Anak balita ini, awalnya lepas dari pengawasan orangtua, ketika orangtuanya tertidur. Hal ini diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Dawan, Aiptu Ridwan, Selasa (16/8/2022). "Anak itu informasinya dikenal sebagai anak hiperaktif. Namanya anak hiperaktif, jadi tidak bisa diam. Anak itu kemudian lepas dari pengawasan, saat ayahnya tertidur," ungkap Ridwan. 

Bermula saat Putu Wira Adiguna tidur siang bersama sang putra, I Gede P di rumah kost di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung sekitar pukul 11.00 WITA. 

Sekitar 14.00 WITA, Putu Wira Adiguna yang baru bangun tidur, sudah tidak mendapati putranya di kamar.

Putu Wiraguna sempat mencari keberadaan putranya itu di sekitar rumah dan menanyakan ke tetangga, namun tidak kunjung ketemu.

I Gede P, balita yang ditemukan meninggal dunia setelah terjerumus ke jurang di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dikenal sebagai anak hiperaktif.

Anak berusia 3,5 tahun, itu terjatuh ke jurang pada Senin, 15 Agustus 2022. 

Anak balita ini, awalnya lepas dari pengawasan orangtua, ketika orangtuanya tertidur.

Hal ini diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Dawan, Aiptu Ridwan, Selasa (16/8/2022).
I Gede P, balita yang ditemukan meninggal dunia setelah terjerumus ke jurang di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dikenal sebagai anak hiperaktif. Anak berusia 3,5 tahun, itu terjatuh ke jurang pada Senin, 15 Agustus 2022.  Anak balita ini, awalnya lepas dari pengawasan orangtua, ketika orangtuanya tertidur. Hal ini diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Dawan, Aiptu Ridwan, Selasa (16/8/2022). "Anak itu informasinya dikenal sebagai anak hiperaktif. Namanya anak hiperaktif, jadi tidak bisa diam. Anak itu kemudian lepas dari pengawasan, saat ayahnya tertidur," ungkap Ridwan. (Istimewa)

Hingga sore tidak diketahui keberadaan balita berusia 3,5 tahun itu, sampai pihak keluarga membuat postingan anak hilang di media sosial.

Pencarian pun terus dilakukan bersama dengan warga sekitar, dan pecalang.

Bahkan pencarian anak hiperaktif ini juga dilakukan dengan diiringi suara gamelan.

Lalu pada pulul 19.30 WITA, seorang warga asal Tusan, Ketut Mahardika menemukan balita itu telah tidak sadarkan diri di sungai.

Lokasi sungai itu, berjarak sekitar 20 meter di timur rumah Putu Wira Adiguna.

Balita itu lalu dilarikan ke Puskesmas Banjarangkan I, namun petugas medis menyatakan Gede P sudah dalam keadaan meninggal dunia.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved