Berita Jembrana

TABRAKAN MAUT Kembali di Jalur Tengkorak, Andri Tewas di TKP Karena Terjepit

Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan Out of Control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk

ist
Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan out of control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari. Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga. Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik. Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal. Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang. Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya. Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik.Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan out of control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari. Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga. Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik. Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal. Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang. Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya. Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik. 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan Out of Control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari.

Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga.

Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik.

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal.

Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang.

Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya.

Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik.

Baca juga: TABRAKAN MAUT di Jalur Kubutambahan-Singaraja, Pengendara Motor Tewas Disambar Mobil

Baca juga: KECELAKAAN Jalur Tengkorak Libatkan 3 Kendaraan, Ada Penumpang Bocah 5 Tahun

Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan out of control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari.

Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga.

Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik.

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal.

Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang.

Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya.

Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik.Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan out of control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari.

Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga.

Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik.

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal.

Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang.

Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya.

Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik.
Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan out of control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari. Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga. Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik. Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal. Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang. Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya. Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik.Seorang kernet truk fuso tewas di TKP, usai menjadi korban dari tabrakan maut kecelakaan out of control (OC) di Jalan Umum Jurusan Denpansar-Gilimanuk Km 65-66, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 16 Agustus 2022 dini hari. Korban yang diketahui bernama Andri Afandi (38) tersebut, dikabarkan terjepit dan mengeluarkan darah pada telinga. Sebab, truk tersebut terguling hingga terbalik. Menurut informasi yang diperoleh, sebelum kejadian tersebut arus lalu lintas berjalan normal. Bermula dari truk yang dikemudikan Sugeng Supriyo (43), bersama dengan dua penumpangnya yakni korban Andri dan juga Fathur Rosi (21) bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Kemudian, saat melintasi situasi jalan turunan disertai tikungan tajam ke kanan, terus melaju dengan kecepatan sedang. Namun, saat itu tiba-tiba rem tidak berfungsi kemudian pengemudi mencoba segala cara hingga tak bisa menguasai kendaraannya. Selanjutnya truk bersama tiga orang di dalamnya keluar bahu jalan sebelah kiri dan masuk ke kebun warga hingga terbalik. (ist)

Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia di TKP.

Pengemudi truk Sugeng mengalami luka robek pada pipi kiri, dan luka robek pada punggung tangan kanan.

Kemudian penumpang Fathur mengalami luka robek pada lutut kaki kiri, dan mengalami kesakitan pada tangan serta kaki.

"Kejadiannya tengah malam kemarin.

Satu orang meninggal dunia di TKP karena luka yang cukup serius, dan mengeluarkan darah dari telinga," kata Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Aan Saputra, Rabu 17 Agustus 2022.

Dia melanjutkan, peristiwa tabrakan maut di jalur tengkorak ini, disebabkan karena rem blong.

Sehingga ketika melintas di jalur turunan, truk Out of Control dan keluar jalur kemudian terbalik karena slip.

"Semua sudah berhasil dievakuasi dan telah mendapat penanganan medis di faskes terdekat," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved