Sponsored Content

Pergelangan Kaki Patah, Sri Jalani Operasi Bermodal Kartu JKN

Sri yang saat itu tengah menunggu antrean untuk berkonsultasi dengan dokter, mengaku merasa puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan yang ia dapatkan

Pergelangan Kaki Patah, Sri Jalani Operasi Bermodal Kartu JKN
Istimewa
Sri Suhartini peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa jaminan kesehatan akan terasa memberatkan bagi sebagian orang.

Hal inilah yang disadari oleh Sri Suhartini, sehingga tanpa pikir panjang ia segera mendaftarkan dirinya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu.

Tanpa diduga, Sri mengalami patah tulang pergelangan kaki dan harus menjalani operasi.

Ankle fracture atau patah tulang engkel yang dialami Sri merupakan salah satu cedera tulang dan persendian yang umum terjadi.

Baca juga: Rutin Gunakan Kartu JKN untuk Berobat, Regeg Senang Pelayanannya Selalu Lancar

Patah tulang engkel memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari tulang yang hanya retak sampai patah tulang dengan patahan yang menonjol keluar dan merobek kulit. 

Sri yang saat itu tengah menunggu antrean untuk berkonsultasi dengan dokter, mengaku merasa puas dengan pelayanan yang ia dapatkan. Ia tidak menemukan kendala ketika berada di rumah sakit dan sebagai peserta JKN dilayani dengan baik tanpa adanya diskriminasi.

“Bagi saya sebagai peserta JKN, pelayanan kepada peserta sudah sangat bagus, baik di Kantor BPJS Kesehatan maupun di rumah sakit,” ujar Sri, Senin (15/08).

Baca juga: Puluhan Ribu Masyarakat Tabanan Dinonaktifkan dari Peserta JKN KIS

Sri mengaku siap dan tenang menjalani operasi patah tulang engkel dengan berbekal Kartu BPJS Kesehatan. Sri menambahkan jika Kartu BPJS Kesehatan adalah kartu sakti yang sangat membantu dirinya.

Sadar akan besarnya manfaat yang ia terima, ia mengungkapkan bahwa hal ini merupakan buah manis atas ketaatannya menjalankan kewajibannya membayar iuran tepat waktu dan tepat jumlah.

"Dengan adanya Program JKN, kini seluruh rakyat Indonesia bisa mendapatkan jaminan kesehatan yang adil, dan berkualitas. Tujuan mulia Program JKN akan tercapai dengan partisipasi aktif dari setiap peserta JKN yang sadar akan hak dan kewajibannya. Besar harapan saya semoga pelaksanaan Program JKN akan tetap baik dan semakin baik kedepannya dan selalu mengutamakan kepentingan pesertanya," kata Sri. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved