Berita Klungkung

Cari Cara Cegah Inflasi, Pemkab Klungkung Recana Intervensi Tanah Provinsi Bali

Pemkab Klungkung mencari cara untuk mengatasi inflasi kebutuhan pokok di Klungkung. Salah satunya dengan melakukan intervensi terhadap tanah milik Pem

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mencoba pupuk hasil olahan TOSS Centre di Desa Kusamba, Klungkung, belum lama ini. Dengan memanfaatkan pupuk TOSS, Suwirta ingin kembangkan pertanian yanh diintervensi pemerintah untuk atasi inflasi. 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Pemkab Klungkung mencari cara untuk mengatasi inflasi kebutuhan pokok di Klungkung. Salah satunya dengan melakukan intervensi terhadap tanah milik Pemprov Bali yang berlokasi di Klungkung.

"Berbicara tentang ketahanan pangan, bagaimana juga kami di Klungkung untuk mengndalikan inflasi terhadap komoditas pokok," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat 19 Agustus 2022. 

Pihaknya selama ini mengaku terus mencari konsep untuk mengendalikan inflasi. Karena menurutnya pengendalian inflasi tidak cukup pada aturan, namun harus adanya intervensi langsung dari pemerintah.

"Setiap rainan masyarakat selalu pusing harga kebutuhan pokok naik, misal bawang, cabai ini pemkab bisa intervensi," jelasnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mencoba pupuk hasil olahan TOSS Centre di Desa Kusamba, Klungkung, belum lama ini. Dengan memanfaatkan pupuk TOSS, Suwirta ingin kembangkan pertanian yanh diintervensi pemerintah untuk atasi inflasi.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mencoba pupuk hasil olahan TOSS Centre di Desa Kusamba, Klungkung, belum lama ini. Dengan memanfaatkan pupuk TOSS, Suwirta ingin kembangkan pertanian yanh diintervensi pemerintah untuk atasi inflasi. (istimewa)

Pihaknya pun mengaku terus mencari konsep untuk mengendalikan inflasi, yang akan dicoba yakni dengan melakukan intervensi terhadap lahan pertanian milik Pemerintah Provinsi Bali yang sekarang digarap oleh warga.

"Di sekitar TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) di Desa Kusamba saja ada 3 hektar lahan pertanian milik Pemprov Bali. Itu nanti kita mohonkan untuk intervensi," ungkapnya.

Intervensi yang dimaksud, dengan meminta petani penggarap lahan Pemprov Bali untuk menanam komoditi yang harganya kerap naik turun seperti cabai dan bawang. Penanaman dilakukan dengan perencanaan dan perhitungan matang, sehingga dapat dipanen secara berkala.

Nantinya komoditi atau cabai dan bawang yang ditanam di lahan Pemprov Bali itu, didistribusikan secara masif ketika dipasaran harganya naik. Sehingga bisa menstabilkan harganya di pasaran.

"penggarap lahan pertanian itu kan sudah ada, tinggal bagaimana bentuk kerjasamanya. Nanti pupuk bisa memanfaatkan olahan dari TOSS. Seperti misalnya lahan di TOSS itu sangat cocok untuk bawang," jelasnya.

Ini juga merupakan bentuk integrasi dari TOSS di Desa Kusamba, dengan kawasan disekitarnya. Dalam waktu dekat, Suwirta mengaku akan berkoordinasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster terkait konsep ini.

"Konsep ini sebenarnya sederhana, tapi saya yakim akan bermanfaat. Intinya kami ingin kebutuhan pokok masyarakat itu harganya stabil di pasaran," harapnya. (mit)

Baca juga: Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-77 di Badung

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved