Berita Bangli

Direktur RSJ Bali Beri Tanggapan Soal ODGJ Ngamuk di Tampaksiring

Peristiwa ngamuknya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Tampaksiring, Gianyar mendapat tanggapan Direktur RSJ Provinsi Bali, dr. I Dewa Gede Basudewa

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Direktur RSJ Provinsi Bali, dr. I Dewa Gede Basudewa 

 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Peristiwa ngamuknya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Tampaksiring, Gianyar mendapat tanggapan Direktur RSJ Provinsi Bali, dr. I Dewa Gede Basudewa.

Ia mengaku prihatin karena peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. 


dr. Basudewa mengungkapkan, dari hasil pengecekan pihaknya, Dewa Gede Gunastra sempat dirawat pada bulan Maret 2022 di RSJ Bali.

Ia menjalani perawatan selama sebulan.

Baca juga: Ratusan Anak SD Ikuti Pawai Sepeda Hias HUT RI ke-77 di Bangli

"Yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa berat. Namun setelah menjalani perawatan, dia tidak terdata kontrolnya di tempat kita. Apakah mungkin dia kontrolnya di rumah sakit umum daerahnya, puskesmas jiwa, kita belum lihat lagi," ungkapnya Jumat 19 Agustus 2022.


Dikatakan, pada perinsipnya sakit jiwa itu harus diobati, dan obatnya harus diminum dengan rutin. Mengenai apa faktor penyebab seseorang ODGJ bisa mengamuk, dr. Basudewa mensinyalir salah satunya bisa karena konsumsi obat yang tidak teratur. 


"Kami selalu berpesan pada pasien, pulang opname obatnya harus diminum dengan teratur. Dan pendamping pasien juga sudah diberikan edukasi oleh dokter dan perawat kami, untuk memonitor kondisi pasien selama di rumah sekalian kontrol," jelasnya.


Sejatinya ada tanda-tanda awal pada seorang pasien ODGJ yang mulai kambuh. dr Basudewa menyebut beberapa tandanya mulai dari tidak bisa tidur satu sampai dua hari, menunjukkan tanda-tanda tidak biasa, misalnya dari yang semula aktif menjadi pendiam, cara bicaranya mulai agak mengancam, dan sebagainya. 

Baca juga: Empat Pejabat Utama Polres Bangli Dimutasi, di Antaranya Dua Kapolsek


"Itu sebenarnya tanda-tanda karena pengaruh obat yang tidak diminum, bisa juga karena tekanan (stresor) atas peristiwa yang membuat dia naik emosinya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved