Berita Karangasem

Lebih Paham Stunting dengan TANGCENTING, Ini Tips Pencegahannya

TANGCUNTING, Upaya Pencegahan Stunting oleh Mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana Desa Tungkep, Kecamatan Sidemen, Karangasem pada S

istimewa
TANGCUNTING, Upaya Pencegahan Stunting oleh Mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana Desa Tungkep, Kecamatan Sidemen, Karangasem pada Sabtu, 20 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pernahkan kalian melihat seorang anak memiliki badan yang lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya?

Kondisi ini termasuk salah satu kelainan yang diderita seorang anak terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya.

Kelainan ini disebut dengan stunting, yaitu sebuah kondisi adanya kelainan tumbuh kembang seorang anak.

Penyebab stunting sendiri adalah karena kondisi gizi buruk yang dialami anak tersebut.

Ada juga hal lain yang menyebabkan stunting, diantaranya infeksi berulang dan kurangnya stimulasi psikososial.

Ni Made Sulastri. S.Tr.Gz sebagai Nutrisionis Ahli Muda menjelaskan banyak hal yang menjadi kesalahpahaman terkait stunting di masyarakat.

Hal inilah yang membuat penanganan pada stunting sulit untuk ditangani dengan cepat.

"Gemuk bukan berarti tidak stunting, stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan makan, tetapi juga karena gizi tidak seimbang.

Stunting bukan hanya disebabkan oleh kurang gizi, tetapi juga kurangnya kebersihan," ujarnya saat melaksanakan sosialisasi di Desa Tangkup, Karangasem.

Made Sulastri mengatakan stunting dapat mempengaruhi bagian kehidupan anak lainnya.

Stunting dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual anak, kondisi ekonomi, serta kemampuan reproduksinya nanti ketika dewasa.

Seorang anak yang mengalami stunting akan lebih mudah mengalami kegemukan, obesitas, dan mudah terkena diabetes saat dewasa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved