Budaya

PAMERAN Seni Tirtha Agra Rupa Teruskan Spirit Adiluhung Estetika Pita Maha

Pameran Seni Tirtha Agra Rupa Pewarisan Spirit Pita Maha ikut memeriahkan perayaan HUT Proklamasi ke-77 Republik Indonesia.

ist/doc Ari Dwipayana
Pameran Seni Tirtha Agra Rupa Pewarisan Spirit Pita Maha ikut memeriahkan perayaan HUT Proklamasi ke-77 Republik Indonesia. Pameran yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud di Arma Museum, Ubud, Gianyar dibuka oleh Y.M. Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dan Staf Khusus Presiden Bidang Kebudayaan Sukardi Rinakit (17/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM -  Pameran Seni Tirtha Agra Rupa Pewarisan Spirit Pita Maha ikut memeriahkan perayaan HUT Proklamasi ke-77 Republik Indonesia.

Pameran yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud di Arma Museum, Ubud, Gianyar dibuka oleh Y.M. Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dan Staf Khusus Presiden Bidang Kebudayaan Sukardi Rinakit (17/8/2020).

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Ari Dwipayana, menjelaskan pameran karya seni lukis dan patung ini.

Merupakan ikhtiar Yayasan Puri Kauhan Ubud, untuk meneruskan dan menyemai spirit adiluhung estetika Pita Maha yang dirintis tahun 1930-an dalam visualisasi terkini.

Baca juga: YAYASAN Puri Kauhan Ubud Tanam Pohon Bodi Pada Tumpek Wariga 

Pameran Seni Tirtha Agra Rupa Pewarisan Spirit Pita Maha ikut memeriahkan perayaan HUT Proklamasi ke-77 Republik Indonesia.

Pameran yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud di Arma Museum, Ubud, Gianyar dibuka oleh Y.M. Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dan Staf Khusus Presiden Bidang Kebudayaan Sukardi Rinakit (17/8/2020).
Pameran Seni Tirtha Agra Rupa Pewarisan Spirit Pita Maha ikut memeriahkan perayaan HUT Proklamasi ke-77 Republik Indonesia. Pameran yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud di Arma Museum, Ubud, Gianyar dibuka oleh Y.M. Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dan Staf Khusus Presiden Bidang Kebudayaan Sukardi Rinakit (17/8/2020). (ist/doc Ari Dwipayana)

Seluruh pelukis dan pematung yang terlibat, dalam pameran ini merupakan seniman yang bertumbuh di desa-desa sepanjang aliran sungai Oos.

Dari Tegalalang, Payangan, Ubud, Panestanan, Mas, hingga Batuan.

"Pameran ini menampilkan 41 karya pelukis dan pematung, yang secara khusus menerjemahkan tema Tirtha-Agra-Rupa, air suci yang terepresentasi dalam stilistika visual yang genial dan autentik," papar Ari Dwipayana yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI ini.

Baca juga: MARERESIK Patirtan! Dilakukan Yayasan Puri Kauhan Ubud dan Kagama di Danu Kuning dan Danu Gadang

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Ari Dwipayana, menjelaskan pameran karya seni lukis dan patung ini.

Merupakan ikhtiar Yayasan Puri Kauhan Ubud, untuk meneruskan dan menyemai spirit adiluhung estetika Pita Maha yang dirintis tahun 1930-an dalam visualisasi terkini.
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Ari Dwipayana, menjelaskan pameran karya seni lukis dan patung ini. Merupakan ikhtiar Yayasan Puri Kauhan Ubud, untuk meneruskan dan menyemai spirit adiluhung estetika Pita Maha yang dirintis tahun 1930-an dalam visualisasi terkini. (ist/doc Ari Dwipayana)

Y.M Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang alam, air dan peran pentingnya dalam kehidupan.

Pendekatan seni, dipandang beliau sebagai cara yang tepat untuk menyampaikan pesan penting itu kepada masyarakat, tanpa menggurui.

"Satu lukisan dapat menyampaikan berjuta makna, dan melalui karya seni kita bisa belajar banyak hal tanpa mengurui. Dunia tanpa seni (art), tidak bermakna”, ungkapnya.

Baca juga: Yayasan Puri Kauhan Ubud Bersih-bersih Sumber Mata Air di Kawasan Batur

Y.M Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang alam, air dan peran pentingnya dalam kehidupan.

Pendekatan seni, dipandang beliau sebagai cara yang tepat untuk menyampaikan pesan penting itu kepada masyarakat, tanpa menggurui.
Y.M Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang alam, air dan peran pentingnya dalam kehidupan. Pendekatan seni, dipandang beliau sebagai cara yang tepat untuk menyampaikan pesan penting itu kepada masyarakat, tanpa menggurui. (ist/doc Ari Dwipayana)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved