Berita Bangli

Demi Jadi Pejabat Fungsional, Satpol PP di Bangli Bayar Uji Kompetensi Secara Mandiri

Demi Jadi Pejabat Fungsional. Satpol PP di Bangli Bayar Uji Kompetensi Secara Mandiri.

istimewa
Pelaksanaan uji kompetensi Satpol PP di SMKN 1 Bangli. Senin (15/8/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) di Bangli mengikuti uji kompetensi fungsional Satpol PP.

Mereka mengikuti ujian dengan pembiayaan secara mandiri (swadaya), demi bisa diangkat sebagai pejabat fungsional.

Kasatpol PP Bangli, Dewa Agung Suryadarma membenarkan ihwal pembayaran uji kompetensi secara swadaya ini. Di mana masing-masing peserta uji kompetensi membayar sebesar Rp. 575 ribu. "Total ada 54 orang yang ikut uji kompetensi," sebutnya Minggu Agustus 2022.

Pelaksanaan uji kompetensi Satpol PP di SMKN 1 Bangli. Senin (15/8/2022)
Pelaksanaan uji kompetensi Satpol PP di SMKN 1 Bangli. Senin (15/8/2022) (istimewa)

Ia menjelaskan, uji kompetensi ini bertujuan untuk mewujudkan lembaga satpol PP yang lebih profesional. Selain juga sebagai syarat untuk diangkat sebagai pejabat fungsional. Sebab kedepannya setiap anggota yang berhak melakukan penegakan perda, harus pejabat fungsional Satpol PP.

Mengenai pembayaran uji kompetensi secara swadaya, lanjut Suryadarma, karena alasan keterbatasan anggaran daerah untuk kegiatan-kegiatan diklat. Apalagi sesuai arahan pemerintah pusat, saat ini banyak jabatan-jabatan struktural di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang dialihkan ke jabatan fungsional.

"Memang ini programnya BKD, yang menyiapkan setiap peningkatan kompetensi ASN secara keseluruhan. Tetapi kita juga memaklumi untuk pendanaan diklat ini masih terbatas. Kalau seandainya ada anggarannya pun, tentunya uji kompetensi dilaksanakan secara menyeluruh di semua OPD, dan sesuai kemampuan keuangan daerah. Jadi belum tentu kuota yang tersedia itu bisa mencakup seluruh anggota kami," jelasnya.

Oleh sebab itu, karena tahun ini pihaknya menginginkan lebih cepat terwujud aparat satpol PP yang berkompeten, akhirnya diambil inisiatif menggunakan dana swadaya. "Tentu kami terlebih dahulu mengumpulkan anggota-anggota, apakah mau uji kompetensi dilakukan secara swadaya. Setelah semuanya mau, selanjutnya kita berkoordinasi dengan tim penilai provinsi dan pusat. Sehingga pelaksanaan uji kompetensi bisa terwujud lebih cepat," imbuhnya.

Uji kompetensi dimulai tanggal 15 hingga 16 Agustus, bertempat di SMKN 1 Bangli. Uji kompetensi meliputi uji CAT dan wawancara. Dari 54 orang yang ikut uji kompetensi, hanya 50 orang yang memenuhi syarat kelulusan. "Empat orang yang belum memenuhi hasil ujinya, diberikan kesempatan untuk ujian kembali. Kita diberikan jadwal tanggal 29 ini dari pusat," ungkapnya.

Pria asal Puri Susut, Kecamatan Susut itu menambahkan, 50 peserta yang memenuhi hasil ujian terdiri dari 20 orang mengikuti ujian kenaikan tingkat. Sedangkan 30 orang lainnya, baru beralih dari staf biasa Satpol-PP menjadi pejabat fungsional.

"Mudah-mudahan setelah Agustus ini sudah keluar hasil resminya dari pusat. Setelah hasil resmi itu keluar, kita ajukan ke BKPSDM Bangli untuk bisa segera dilantik sebagai pejabat fungsional satpol PP oleh Bupati Bangli," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved