Berita Buleleng

Lolos Berkas, KPU Buleleng Verifikasi 28 Ribu Anggota Partai 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mulai melakukan verifikasi administrasi. Verifikasi dilakukan terhadap calon peserta Pemilu dari partai politik

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Divisi Teknis KPU Buleleng, Gede Sukrawan 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mulai melakukan verifikasi administrasi. Verifikasi dilakukan terhadap calon peserta Pemilu dari partai politik (parpol) yang dinyatakan lolos berkas pendaftaran di KPU RI


Devisi Teknis KPU Buleleng, Gede Sukrawan mengatakan, sejatinya ada 24 Parpol yang dinyatakan lolos berkas pendaftarannya di KPU RI.

Namun hingga saat ini baru ada 23 parpol yang masuk dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Buleleng. Sementara satu parpol lainnya, yakni Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) kata Sukrawan, hingga saat ini masih dilakukan verifikasi oleh KPU RI. 

Baca juga: Hanya Tiga Kelompok Petani di Buleleng Ikut Asuransi, Petani Tak Berminat Karena Proses Ribet


"Secara data memang ada 24 parpol yang lolos berkas pendaftarannya. Tapi yang masuk lewat Sipol di Buleleng baru 23. Persindo hingga saat ini masih diverifikasi oleh pusat."

"Jadi kami masih menunggu kapan Persindo masuk ke Sipol, sehingga kami di daerah bisa melakukan verifikasi admnistrasi terhadap calon-calon pesertanya yang ikut dalam Pemilu," terangnya. 


Sukrawan menambahkan, dari 23 parpol yang masuk dalam Sipol, ada sekitar 28 ribu  anggota partai yang harus diverifikasi administrasinya oleh KPU Buleleng.

Dalam verifikasi administrasi ini, KPU Buleleng akan memeriksa  potensial tidak memenuhi syarat. Seperti anggota yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilu Berkelanjutan, hingga kegandaan anggota parpol. 

Baca juga: Dibuka Sekda Buleleng, Bedah Buku Anak-Anak Pandemi Karya Kambali Zutas Berlangsung Meriah


"Kami juga akan mengecek apakah calon anggota sudah berusia 17 tahun ke atas, apakah calon anggota PNS, PPPK, TNI, Polri, atau perangkat desa. Karena PNS, PPPM, TNI, Polri, hingga perangkat desa tidak boleh jadi pengurus partai. Kami akan cek KTP dan KTAnya. Kalau misalnya sudah pensiunan, partai bisa menjawabnya dengan SK pensiun," terangnya. 


Apabila dari verifikasi tersebut ada ditemukan calon anggota yang masih berstatus PNS, PPPK, TNI, Polri, atau perangkat desa, baik ditemukan oleh sistem atau laporan masyarakat, parpol terang Sukrawan masih diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

Apabila calon anggotanya itu masih aktif menjadi PNS hingga perangkat desa,  maka temuan ini akan disampaikan oleh KPU Buleleng kepada KPU RI. Untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan KPU RI dalam penetapan peserta Pemilu. 


Sukrawan menyebut, verifikasi administrasi ini akan dilakukan oleh pihaknya hingga Senin (29/8). Setelah verifikasi selesai dilakukan, pihaknya akan menggelar pleno hasil verifikasi pada Selasa (30/8) hingga Rabu (31/8), untuk selanjutnya disampaikan ke KPU RI.

"Setelah itu nanti parpol bisa melakukan perbaikan, atau penambahan data. Nanti perbaikannya itu akan diverifikasi lagi oleh kami, sampai tanggal q4 Oktober  ditentukan siapa yang lolos verifikasi admnistrasi," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved