Berita Klungkung

TRAGEDI Kompor Mayat Meledak, PHDI Harap Petugas Pembakaran Mayat Pakai APD

PHDI Kabupaten Klungkung mengeluarkan imbauan ke masyarakat, untuk tetap mengedepankan keamanan saat pelaksanaan upacara ngaben. Agar memakai APD.

TRAGEDI Kompor Mayat Meledak, PHDI Harap Petugas Pembakaran Mayat Pakai APD
Eka Mita
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta. PHDI Kabupaten Klungkung mengeluarkan imbauan ke masyarakat, untuk tetap mengedepankan keamanan saat pelaksanaan upacara ngaben. Agar memakai APD.

TRIBUN-BALI.COM - PHDI Kabupaten Klungkung mengeluarkan imbauan ke masyarakat, untuk tetap mengedepankan keamanan saat pelaksanaan upacara ngaben.

Petugas sewa kompor pembakaran mayat, juga diharapkan melengkapi diri dengan APD (alat pelindung diri). 

Ketua PHDI Klungkung, I Putu Suarta, menjelaskan meledaknya kompor pembakaran mayat saat ngaben di Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Diharapkan dapat menjadi pelajaran kepada umat, untuk tetap mengedepankan keamanan saat pelaksanaan upacara ngaben.

"Secara umum kami mengimbau umat, untuk mengedepankan keamanan.

Ketika api menyala, tidak boleh ada warga yang berkrumun dekat pembakaran layon (jenazah)," ujar Putu Suarta, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: MENGENANG Mendiang Kadek Gian, Korban Kompor Mayat Meledak, Ini Kata Temannya

Baca juga: DENTUMAN Terdengar Sebelum Api Sambar 10 Warga di Insiden Kompor Pembakaran Mayat Meledak di Gianyar

Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta.
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta. (Eka Mita)

Dirinya menekankan, segala prosesi seperti memberikan bekal ke layon ( jenazah) harus sudah selesai sebelum api dinyalakan.

Sehingga ketika api sudah dinyalakan, tidak boleh ada aktivitas lagi di sekitar jenazah.

"Ketika api menyala, warga jangan justru berkerumun dekat dengan api.

Ini yang kami tekankan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved