Breaking News:

Berita Denpasar

16 Aset Milik Pemkot Denpasar Belum Bersertifikat

Persoalan aset di Kota Denpasar masih belum tuntas hingga saat ini. Beberapa aset yang dimiliki Pemkot ini justru masih atas nama orang lain.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Rapat kerja Komisi III DPRD Denpasar dengan sejumlah OPD terkait, seperti BPKAD, Satpol PP, Dinas Perijinan, Dinas Perkim, Rabu 24 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Persoalan aset di Kota Denpasar masih belum tuntas hingga saat ini.

Beberapa aset yang dimiliki Pemkot ini justru masih atas nama orang lain.

Bahkan ada 16 aset juga yang belum bersertifikat.

Meskipun demikian, lahan tersebut sudah dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan.

Kepala BPKAD Denpasar, Putu Kusumawati menyebutkan 16 aset tanah tersebut masih bermasalah.

“Masalahnya ini yakni diklaim pihak ketiga, dikuasai pihak lain dan dibangun gedung,” katanya dalam rapat kerja Komisi III DPRD Denpasar dengan sejumlah OPD terkait, seperti BPKAD, Satpol PP, Dinas Perijinan, Dinas Perkim, Rabu 24 Agustus 2022.

Namun, dalam catatan Pemkot Denpasar, lahan ini sudah tercatat dalam investasi.

Lahan ini sudah pula tercatat dalam BAST penyerahan. Luasan lahan tersebut mencapai 17.238 meter persegi dengan nilai Rp 9,1 miliar.

Beberapa aset tanah yang diklaim pihak lain, di antaranya Puskesmas II Densel, SDN 5 Kesiman, SDN 15 Dauh Puri, SDN 10 Pemecutan.

Tanah-tanah ini diklaim milik yayasan, desa adat, banjar adat, hingga lembaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved