Berita Klungkung

Pembangunan Tanggul di Pesisir Karangdadi, Petani Garam Sementara "Nganggur"

Pembangunan Tanggul di Pesisir Karangdadi, Petani Garam Sementara "Nganggur"

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto: Eka Mita Suputra.
Kondisi petani garam di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba yang sementara tidak bisa bekerja karena proyek pembangunan tnaggul pantai. 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Warga di pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba untuk sementara waktu tidak bisa membuat garam karena aktivitas pembangunan tanggul pengaman pantai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

Seperti yang disampaikan seorang pembuat garam, I Ketut Kaping. Ia sementara harus nganggur tidak bisa membuat garam, karena adanya proyek tanggul tersebut. Mengingat saat ini tanggul sudah cukup tinggai, sehingga membuatnya sulit mengangkut air dari pantai.

"Kalau ada tanggul, tempat kami memang jadi aman dari abrasi. Tapi akibatnya kami juga tidak bisa bekerja. Saya sudah tua, kalau mau ambil air laut dengan cara dipikul lewat tanggul itu sudah tidak sanggup. Jadi untuk saat ini, saya tidak bisa buat garam," ujar Katut Kaping, Rabu (23/8/2022).

Kondisi petani garam di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba yang sementara tidak bisa bekerja karena proyek pembangunan tnaggul pantai.
Kondisi petani garam di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba yang sementara tidak bisa bekerja karena proyek pembangunan tnaggul pantai. (Foto: Eka Mita Suputra.)

Belum lagi pembangunan tanggul yang menjulang cukup tinggi dan banyaknya material serta alat berat di sekitar lokasi, membuat para petani garam kesulitan mengambil air laut.

"Sekarang kami hanya bisa tunggu sampai proyek selesai. Kami juga sudah dapat bantuan mesin genset dari kementrian. Nanti rencananya ada pipa yang dipasang untuk alirkan air laut,"ungkapnya.

Karena tidak bisa memproduksi garam, stok garam Ketut Kaping kian menipis. Untuk memenuhi pesanan pelanggan, ia harus membeli ke pembuat garam lainnya.

"Saya tetap cari garam tradisional, tidak berani campur dengan garam lain. Takut nanti pelanggan kapok, karena mereka tahu kualitas mana garam asli atau oplosan. Tapi untuk penuhi pesanan, saya ambil stok garam dari petani lain di sekitar wilayah Kusamba," ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini ada 12 petani garam di Pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba.

Dirinya sangat berharap proyek pembangunan tanggul segera rampung. Sebab, sesuai perencanaan para petani akan diberi bantuan berupa pipa untuk mengalirkan air laut ke tempat-tempat pembuatan garam. Apalagi petani garam juga sudah mendapat mesin genset dari Kementerian. (mit)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved