Bisnis

KOLABORASI Pemerintah dan Pengusaha Dukung Ekonomi Ciptakan Iklim Usaha Kondusif

Prospek ekonomi Indonesia ke depannya semakin optimistis, ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44% (yoy) pada Kuartal II 20

ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - Prospek ekonomi Indonesia ke depannya semakin optimistis, ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44% (yoy) pada Kuartal II 2022. Kondisi tersebut ditunjang dari sisi konsumsi maupun investasi. Pada sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel terus tumbuh. Prospek permintaan juga terus meningkat sehingga menjadi insentif bagi industri untuk meningkatkan produksi. 

TRIBUN-BALI.COM - Prospek ekonomi Indonesia ke depannya semakin optimistis, ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 persen (yoy) pada Kuartal II 2022.

Kondisi tersebut ditunjang dari sisi konsumsi maupun investasi.

Pada sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel terus tumbuh. Prospek permintaan juga terus meningkat sehingga menjadi insentif bagi industri untuk meningkatkan produksi.

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Ajak Generasi Muda Untuk Menabung dan Ingatkan Lifelong Learning

Baca juga: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto Minta Kader Muda Golkar Siap Hadapi Perubahan Iklim

 

 

ilustrasi - Prospek ekonomi Indonesia ke depannya semakin optimistis, ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 %  (yoy) pada Kuartal II 2022.

Kondisi tersebut ditunjang dari sisi konsumsi maupun investasi.

Pada sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel terus tumbuh. Prospek permintaan juga terus meningkat sehingga menjadi insentif bagi industri untuk meningkatkan produksi.
ilustrasi - Prospek ekonomi Indonesia ke depannya semakin optimistis, ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 % (yoy) pada Kuartal II 2022. Kondisi tersebut ditunjang dari sisi konsumsi maupun investasi. Pada sisi konsumsi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel terus tumbuh. Prospek permintaan juga terus meningkat sehingga menjadi insentif bagi industri untuk meningkatkan produksi. (Pixabay)

Peningkatan permintaan juga tercermin dari Purchasing Manager’s Index (PMI) yang terus berada di level ekspansif selama 11 bulan beruntun dan pada Juli 2022 tercatat senilai 51,3.

Di saat yang sama, inflasi Indonesia relatif terkendali yakni sebesar 4,94 % (yoy) pada Juli 2022.

Dari sektor eksternal ketahanan Indonesia juga tetap terjaga dan semakin solid meski di tengah tekanan ketidakpastian global.

Hal ini terlihat dari Neraca Perdagangan Indonesia yang terus mencatatkan surplus selama 27 bulan berturut-turut.

Bahkan pada Januari-Juli 2022, surplus Indonesia telah mencapai USD29,1 miliar atau dua kali lipat surplus pada periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian surplus perdagangan ini menjadi modal penting bagi terjaganya cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Kualitas pertumbuhan ekonomi juga diiringi membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat, yang dapat dilihat dari terus menurunnya tingkat kemiskinan dari 10,19 % di September 2020 menjadi 9,54 % pada Maret 2022.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved