Berita Tabanan

Masuk UHC, Tabanan Siapkan 25 Miliar Cover Iuran BPJS Kesehatan

untuk memaksimalkan penanggungan biaya iuran BPJS Kesehatan masyarakat yang sakit atau berobat ke fasilitas Kesehatan, maka Tabanan kini menyiapkan ta

(TB/Ardhiangga Ismayana).
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga saat ditemui di Kantor DPRD Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Kabupaten Tabanan saat ini masuk dalam Universal Health Coverage (UHC).

Namun, untuk memaksimalkan penanggungan biaya iuran BPJS Kesehatan masyarakat yang sakit atau berobat ke fasilitas Kesehatan, maka Tabanan kini menyiapkan tambahan dana Rp 25 Miliar.

Dana tersebut, diperuntukkan untuk mencover seluruh masyarakat yang belum memiliki BPJS.

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga saat ditemui di Kantor DPRD Tabanan.
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga saat ditemui di Kantor DPRD Tabanan. ((TB/Ardhiangga Ismayana).)

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, bahwa dengan status UHC dan membutuhkan sekitar Rp 25 Miliar itu adalah upaya pemerintah untuk mencover atau menanggulangi kalau ada masyarakat yang belum memiliki BPJS kesehatan. Apalagi sebelumnya, sekitar 49 ribu masyarakat yang sempat diputus PBI-nya. Karena itu, kemudian ada dugaan tidak tercover di tahun mendatang. Dengan adanya tambahan dana itu, diharapkan semuanya akan bisa tercover dan mendpatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Ini semua untuk kepentingan masyarakat Tabanan, dana tersebut sudah disetujui termasuk oleh eksekutif,” ucapnya, Kamis 25 Agustus ditemui di Kantor DPRD Tabanan.

Sementara itu, Anggota DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani mengatakan, Tabanan kini sudah masuk UHC setelah banyak masyarakat mengeluh tidak mendapat cover pembayaran BPJS. Untuk itu kemudian, Pemerintah neng Over biaya tersebut dan kini masyarakat tidak perlu khawatir kembali menyangkut kartu kepesertaan yang tidak aktif. Karena, setelah dinyatakan masuk UHC maka bisa mengurus saat itu juga dan langsung aktif.

“Saat ini kita di Tabanan sudah masuk UHC, kalau berurusan dengan BPJS Kesehatan lebih mudah terutama aktivasi kartu BPJS tidak harus menunggu lagi 14 hari, tapi langsung aktif,” katanya.

Menurut dia, status UHC memang lebih mempermudah pelayanan terutama aktivasi kartu kepesertaan BPJS Kesehatan. Begitu bayar dan terdaftar langsung aktif. Hanya saja, memang saat ini belum semua masyarakat terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pemerintah Tabanan di APBD perubahan 2022 ini menyiapkan anggaran sekitar Rp 25 Miliar untuk mencovernya.

“Meski di kelas III kami harapkan semua masyarakat Tabanan tercover,” ungkap sekretaris Komisi I DPRD Tabanan itu. (ang).

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved