serba serbi

Pentas Tari Nyapuh Tirah Campuhan, Ajakan Memuliakan Air dan Menjaga Sungai

Pentas tari 'Nyapuh Tirah Campuhan' menjadi rangkaian program pemuliaan air di sepanjang Sungai Oos Ubud, diinisiasi Yayasan Puri Kauhan Ubud.

ist
 Pentas tari 'Nyapuh Tirah Campuhan' menjadi rangkaian pelaksanan program pemuliaan air di sepanjang Sungai Oos Ubud, yang diinisiasi oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud (27/8/2022). 

Nyapuh Tirah Campuhan, merupakan rangkaian kegiatan pemuliaan air di sepanjang sungai Oos Ubud termasuk di Campuhan, titik temu dua Sungai Oos Ubud.

Sebelumnya dalam rangkaian acara ini, Yayasan Puri Kauhan Ubud juga telah menyelenggarakan, penanaman pohon di desa-desa sepanjang DAS Oos.

Inventarisasi dan seminar pelestarian dan pengembangan cagar budaya di DAS Oos.

Mareresik petirtan dan sumber-sumber mata air, pelatihan desa wisata dan pengelolaan sampah, upacara bendera di Campuhan dan parade seni, pameran seni rupa, lomba lukis anak-anak dan artalk, serta pelatihan pemanfaatan tanaman obat.

Pertunjukan seni ini merupakan, pertunjukkan seni yang ke-tiga kalinya yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud.

Pertunjukkan seni pertama diselenggarakan pada Agustus tahun 2021 bertema SIH, Nawur Kukuwung Ranu pada bulan Mei 2022 dan yang ketiga adalah Nyapuh Tirah Campuhan.

Ari Dwipayana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui pentas seni ini, Yayasan Puri Kauhan Ubud ingin menampilkan karya-karya seni terbaik yang inspirasinya diambil dari nilai-nilai luhur masyarakat dan budaya Bali.
Ari Dwipayana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui pentas seni ini, Yayasan Puri Kauhan Ubud ingin menampilkan karya-karya seni terbaik yang inspirasinya diambil dari nilai-nilai luhur masyarakat dan budaya Bali. (ist)

Sebelum pentas seni, dilakukan penutupan pameran seni Tirta-Agra-Rupa dan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba lukis anak-anak SD bertema ekologis di Museum ARMA.

Dilanjutkan penanaman pohon dan pelepasan burung hantu di desa Keliki, Ubud.

Pameran lukisan Tirta-Agra-Rupa yang diselenggarakan di Museum Arma Ubud, berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 27 Agustus.

Pameran ini diikuti 41 karya pelukis dan pematung yang tinggal di sekitar DAS Oos.

Adapun penanaman pohon dan pelepasan burung hantu, dilakukan di desa Keliki.

Burung hantu, merupakan burung pemangsa hama tikus, sehingga dapat membantu para petani untuk menjaga tanaman agar makin produktif. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved