Berita Bali

Respon Alih Fungsi Lahan yang Makin Masif di Bali, Putrayasa Buat Instalasi Benteng di Tengah Sawah

Perupa Ketut Putrayasa membuat sebuah karya instalasi bertajuk The Last Stronghold atau Benteng Terakhir. 

Ist/Ketut Putrayasa
Instalasi bertajuk The Last Stronghold atau Benteng Terakhir karya perupa Ketut Putrayasa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perupa Ketut Putrayasa membuat sebuah karya instalasi bertajuk The Last Stronghold atau Benteng Terakhir. 


Karya ini menggunakan media anyaman bambu, menyerupai tiga mata bajak, berderet tegak menengadah ke langit, dilengkapi dengan karya berbentuk bulir padi.  

Seni instalasi tersebut dipajang di hamparan sawah, di salah satu subak di Kecamatan Tegalalang, Gianyar. 


Putrayasa mengatakan sawah atau uma bagi masyarakat Bali tak sekadar media bertani. 

Baca juga: Destinasi Wisata Bali Alas Harum, Keindahan Pemandangan Sawah Terasering Khas Tegallalang


"Bertani bagi masyarakat agraris adalah salah satu upaya kebertahanan pangan yang sarat nilai, ada nilai edukasi, nilai religius dan nilai kultural. Dalam proses bertani, masyarakat diajarkan untuk memuliakan tanah, menjaga air dan memelihara ekosistem makhluk hidup serta bersyukur atas anugerah Tuhan," kata Putrayasa, Minggu 28 Agustus 2022.


Ia menyebut dalam proses itu, ada ritual (nilai religius) menyertainya, seperti prosesi mapag toya, mewinih, biyukukung, mantenin padi dan sebaginya.  


Kemudian di waktu jeda bertani, masyarakat agraris melakukan aktivitas berkesenian. 


Banyak seni lahir dari budaya padi yang diwariskan dari generasi ke generasi, hingga kini. 


"Demikian strategisnya fungsi sawah, maka ketika belakangan terjadi alih fungsi lahan secara masif, bagaimana nasib nilai-nilai yang ada dalam aktivitas bertani? Itu yang coba saya angkat lewat instalasi ini," katanya.

Baca juga: Irigasi Jebol, 27 Ha Sawah Terancam Kekeringan di Buleleng, Per Krama Sumbang Dua Karung Tanah


Putrayasa, melihat hadirnya sawah-sawah atau ladang yang menghijau, bukanlah medium atau instrumen untuk sekadar menanam padi dan sejenisnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved