Berita Buleleng

Jadi Pj Bupati Buleleng, Lihadnyana Ingin Tingkatkan Potensi Pertanian

Sejak dilantik oleh Gubernur Bali pada Sabtu (27/8) lalu, Ketut Lihadnyana resmi menjadi Penjabat (Pj) Bupati Buleleng.

Tribun Bali/Ratu
Sertijab Pj Bupati Buleleng di Kantor DPRD Buleleng, Senin (29/8) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejak dilantik oleh Gubernur Bali pada Sabtu 27 Agustus 2022 lalu, Ketut Lihadnyana resmi menjadi Penjabat (Pj) Bupati Buleleng.

Selama menjalankan tugas menjadu Pj Bupati Buleleng hingga 2024 mendatang, pria asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini mengaku akan bekerja, meningkatkan potensi yang dimiliki Buleleng.

Seperti produk pertanian dan perkebunannya.

Hal tersebut diungkapkan Liadnyana saat menghadiri serah terima jabatan, yang dilaksanakan di Kantor DPRD Buleleng, pada Senin 29 Agustus 2022.

Sertijab Pj Bupati Buleleng di Kantor DPRD Buleleng, Senin (29/8)
Sertijab Pj Bupati Buleleng di Kantor DPRD Buleleng, Senin (29/8) (Tribun Bali/Ratu)

Lihadnyana menyebut, program prioritas tidak mungkin selesai dikerjakan dalam lima atau 10 tahun. Namun ia mengaku akan tetap melanjutkan program prioritas yang telah disusun sebelunya oleh mantan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali ini menyebut, program prioritas yang disusun tentu telah mempertimbangkan potensi yang ada di Buleleng. Dimana Buleleng, terkenal dengan produk pertanian dan perkebunannya. Selama ditugaskan menjadi Pj Bupati, Lihadnyana pun mengaku akan membantu petani dalam memasarkan hasil produk petani lokal.

"Dari produk pertanian ini, apa yang masih kurang. Penanganan di hilir misalnya, jangan sampai petani berhasil memproduksi, tapi sedih karena harganya murah. Pemerintah harus hadir disana. Proses distribusi juga memerlukan sarana trasnportasi jalan. Jadi satu dengan yang lainnya harus terkoneksi," terangnya.

Lihadnyana mengaku tidak menerima titipan program dari mantan bupati Suradnyana. Namun terkait rencana pembangunan stadion sepak bola, Lihadnyana menyebut akan mengkaji dan memikirkan anggaran yang dibutuhkan.

"Membangun wilayah itu tidak cukup hanya mengandalkan APBD. Sumber anggaran itu ada di provinsi dan pusat juga. Saya akan lakukan komunikasi agar Buleleng dapat anggaran atau program kegiatan dari provinsi atau pusat," terangnya.

Sementara Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna berharap, dengan adanya Pj Bupati uni, bisa bersinergi dengan anggota dewan, untuk menjalankan progran pemerintah Buleleng, serta melanjutkan atau mengembangkan program dari bupati sebelumnya.

Namun Supriatna mendorong Pj Bupati untuk mengatasi dua masalah yang paling banyak dikeluhkan oleh dari masyarakat Buleleng. Diantaranya terkait nilai NJOP, serta kepesertaan KIS PBI. "Kami akan dorong Pj untuk mengkaji besaran NJOP untuk PBB di Buleleng. Karena selama hampir 2-3 tahun ini itu keluhkan oleh masyarakat. Kemudian terkait layanan Kesehatan, karena banyak sekarang KIS yang non aktif. Ini perlu dicarikan solusi. Kami sudah berkali-kali menyampaikan ini dalam rapat. Mudah-mudahan kedepan ini kita bisa satu visi memberikan layanan Kesehatan bagi masyarakat buleleng yang selama ini kepersetaanya terblokir," tandasnya. (rtu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved