Berita Gianyar

Kadek Dwi Hembuskan Napas Terakhir, Korban Meninggal Ledakan Kompor Mayat di Blahbatuh Jadi Tiga

Salah satu korban kompor mayat meledak, I Kadek Dwi Putra Jaya, meninggal dunia, selalu merintih kepanasan meskipun suhu ruangan sangat dingin

Istimewa
KENANGAN-Foto semasa hidup mendiang I Kadek Dwi Putra Jaya. Kadek Dwi menjadi korban ketiga yang meninggal dalam kasus kompor mayat meledak di Desa Selat Belega, Blahbatuh, pada Jumat 19 Agustus 2022 lalu - Kadek Dwi Hembuskan Napas Terakhir, Korban Meninggal Ledakan Kompor Mayat Jadi Tiga 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Setelah mendapat perawatan intensif di RSUP Sanglah selama sepekan, I Kadek Dwi Putra Jaya (32), salah satu korban kompor mayat meledak saat upacara ngaben di Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, akhirnya meninggal dunia, Sabtu 27 Agustus 2022 larut malam.

Rencananya jenazah korban akan langsung dikremasi atau aben.

Namun pihak keluarga masih meminta petunjuk ke griya.

Berdasarkan catatan Tribun Bali, Dwi Putra dalam kejadian merupakan salah satu dari tiga petugas kompor mayat asal Banjar Intaran, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring.

Baca juga: MENGENANG Mendiang Kadek Gian, Korban Kompor Mayat Meledak, Ini Kata Temannya

Dua lain petugas lainnya adalah Bagus Oscar (yang telah meninggal dunia), dan I Ketut Adi Wiranata yang masih dalam perawatan di rumah sakit.

Dengan kematian Kadek Dwi, maka korban jiwa dalam kasus ledakan kompor mayat itu kini menjadi tiga orang.

Yakni Bagus Oscar (34) dengan luka bakar 98 persen, Kadek Gian Permana Putra (14) dengan luka bakar 94 persen.

I Nyoman Regig selaku orangtua Kadek Dwi mengatakan, dalam perawatan anaknya sebetulnya mengalami luka bakar di bawah 50 persen.

Namun kondisinya cukup parah, lantaran perban melekat di bagian tubuh atas hingga kepala.

Dalam perawatan di ICU, anaknya selalu merintih kepanasan meskipun suhu ruangan sangat dingin.

Regig mengungkapkan, saat kejadian sebenarnya anaknya mendapatkan tugas membakar sawa di kelompok lain atau bukan di sawa yang kompornya meledak.

"Saat itu pekerjaan anak saya sudah selesai. Lalu dia ke sawa yang dibakar Oscar bersama Ketut Wiranata, tujuannya untuk membantu agar cepat selesai," ungkap Regig.

Sama seperti Oscar, pekerjaan membakar mayat ini merupakan kerja sampingan mereka.

Kadek Dwi sendiri kesehariannya bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL), tepatnya sopir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gianyar, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved