Sponsored Content

Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat

Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek Tentang Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat Bali*

Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek Tentang Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat Bali* 

TRIBUN-BALI.COM - Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan Minikino (Organisasi Festival Film Pendek) mengadakan kompetisi film pendek yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat Bali dengan tema pemuliaan air dan pelestarian alam-lingkungan di Bali.

Kompetisi yang masih dalam rangkaian acara Sastra Saraswati Sewana tersebut akan memberikan apresiasi berupa dana produksi masing-masing 25 juta rupiah bagi 5 ide film pendek terbaik.

Tujuan kompetisi ini, yaitu memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Bali dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek Tentang Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat Bali*
Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek Tentang Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat Bali* (TB/Istimewa)

"Mengapa cerita rakyat? ini penting sekali untuk saya sampaikan bahwa masyarakat Bali ketika berbicara tentang budayanya atau berbicara tentang sistem keyakinannya, itu tidak hanya merujuk pada teks atau lontar saja, tetapi biasanya merujuk pada mitologi, cerita-cerita yang berkembang dan tumbuh di dalam masyarakat. Dan itu ada terjadi di berbagai tempat di Bali. Kepercayaan atau pengetahuan yang muncul bukan karena membaca teks saja, namun juga karena banyak mendengar cerita atau mitologi," ujar Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana saat konferensi pers di Bali, Senin (29/8/2022)

Ari menilai, cerita-cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Bali banyak mengandung pesan yang luar biasa, terutama tentang konservasi lingkungan serta konservasi budaya. Misalnya, cerita tentang hutan larangan/alas kekeran, suatu kawasan hutan yang dilindungi secara adat. Ada aturan tidak tertulis dengan wahana cerita rakyat, seperti tumbuhannya tidak boleh dipetik dan jika dipetik dapat membuat pemetiknya tersesat dan banyak cerita lainnya. Pesannya jelas, manusia harus menjaga alam dan tidak boleh merusaknya.

Sementara itu, sutradara Garin Nugroho yang menjadi ketua dewan juri dalam kompetisi tersebut mengatakan, isu seni budaya dan lingkungan menjadi isu utama dunia saat ini. Dunia memberikan perhatian lebih terhadap perpaduan isu tersebut, khususnya pascapandemi Covid-19 yang menggoncang dunia. Lebih lanjut Garin bercerita, bahwa sebagian besar film animasi khususnya yang bertemakan keluarga yang diproduksi Hollywood bersumber dari cerita rakyat masyarakat timur tengah.

"Kalau kita lihat hampir 60 persen film yang diproduksi Hollywood khususnya yang animasi dan keluarga temanya itu diambil dari cerita rakyat masyarakat timur tengah, ada Simba, Aladin, dan sebagainya. Artinya, cerita rakyat itu menjadi sumber produksi film yang pesannya disebarkan ke seluruh dunia," tutur Garin.

Lebih lanjut, Garin menilai, saat ini komposisi masyarakat Indonesia 60 % nya penduduk usia muda, yang sebagian besar hidup dan dihidupi oleh handphone atau dunia digital. Dengan demikian, langkah Yayasan Puri Kauhan Ubud melakukan kompetisi film pendek yang dapat terakses dengan mudah dalam dunia digital adalah langkah yang tepat guna memperkenalkan kembali cerita rakyat yang memiliki pesan terkait konservasi alam dan lingkungan.

Rangkaian acara kompetisi film pendek tersebut akan berlangsung dari September - Desember 2022. Adapun tahap pertama kompetisi ini, yaitu pendaftaran proposal ide cerita yang dibuka dari tanggal 1 - 15 September 2022. Ide proposal dari semua peserta yang mendaftar akan dinilai dan diseleksi oleh para dewan juri yang kompeten. Ketua dewan juri Garin Nugroho (sutradara dan produser) dan Happy Salma (artis dan produser), Tjokorda Raka Kerthyasa (Bendesa Desa adat dan tokoh budaya), Robby Navicula (musisi yang peduli terhadap isu lingkungan), Anak Agung Gde Ariawan (Yayasan Puri Kauhan Ubud dan pemerhati seni), dan I Wayan Suarmaja (Koordinator penyuluh bahasa Bali).

Sastra Saraswati Sewana 2022 mengangkat tema Toya Uriphing Bhuwana, Usadhaning Sangaskara, Air Sumber Kehidupan Penyembuh Peradaban. Kegiatan ini fokus di tiga tempat yaitu, Hulu, Tengah (campuhan) dan pesisir. Kegiatan di tengah diselenggarakan di sepanjang DAS OOS yang diselenggarakan sejak bulan Juni 2022 dan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon, bersih-bersih petirtan dan sumber mata air, inventarisasi peninggalan arkeologi disepanjang DAS Oos, revitalisasi desa wisata melalui pelatihan desa wisata dan pelatihan pengelolaan sampah, pelatihan pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan keluarga, upacara bendera di campuhan dan parade seni HUT kemerdekaan ke-77 RI, pameran Seni Rupa Toya-Agra-Rupa yang dirangkai kegiatan art-talk dan lomba seni lukis anak-anak SD dengan tema lingkungan, pentas seni Nyapuh Tirah Campuhan, hingga kompetisi film pendek yang diinspirasi cerita-cerita rakyat masyarakat Bali.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved