Berita Klungkung

Sosok Kadek Dwi Putra Korban Meninggal Kompor Mayat Meledak, Rekannya Sebut Pribadi Periang

Kadek Dwi Putra Jaya Dimata Rekan-rekannya, Dikenal Sosok Periang dan Memiliki Solidaritas Tinggi

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto: Eka Mita Suputra
Suasana pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya (32) di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, di Desa Adat Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin (22/8/2022). 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Prosesi pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya (30) dilaksanakan di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, di Desa Adat Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin 29 Agustus 2022.

Pria asal Banjar Intaran, Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar itu merupakan satu diantara 3 korban meninggal akibat tragedi ledakan kompor mayat saat upacara ngaben di Setra Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat (19/8) lalu.

Suasana duka terasa saat prosesi pengabenan Kadek Dwi Putra Jaya (32) di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin (22/8/2022). Sejumlah keluarga dan kerabat tampak meneteskan air mata, begitu dimulainya prosesi memandikan layon (jenazah).

"Ia (Kadek Dwi Putra Jaya) meninggal hari Sabtu (27/8/2022). Sudah 9 hari dirawat karena luka bakarnya parah," ungkap seorang kerabat Kadek Dwi Putra Jaya ketika ditemui di lokasi kremasi, Senin (29/8/2022).

Suasana pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya (32) di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, di Desa Adat Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin (22/8/2022).
Suasana pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya (32) di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, di Desa Adat Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin (22/8/2022). (Foto: Eka Mita Suputra)

Dimata rekan-rekan kerjanya, Kadek Dwi Putra Jaya dikenal sosok periang dan suka bercanda. Mereka pun merasa sangat kehilangan, sosok ayah dari dua orang anak tersebut.

"Ia (Kadek Dwi Putra Jaya) suka bercanda, sering kami ajak bercanda bareng. Teman dekat sekali, kami sangat merasa kehilangan," ungkap seorang rekan dekat dari Kadek Dwi Putra Jaya, I Made Astikayana, Senin (29/8/2022).

Kadek Dwi Putra Jaya juga dikenal memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi dimata rekan-rekannya.

"Saya kebetulan satu tim dengan dia (Kadek Dwi Putra Jaya). Kalau saya berhalangan saat kerja, ia selalu siap membantu. Solidaritasnya tinggi sekali, bahkan kami sering beli kopi 1 gelar bisa minum bareng berlima. Seperti itu kedekatan kami," jelasnya.

Kadek Dwi Putra Jaya meninggal dunia di RSUP Prof Ngoerah, Sabtu malam (27/8/2022) lalu, atau setelah dirawat intensif selama 9 hari di Ruangan Burn Unit.

Tim medis sempat melakukan operasi terhadap Kadek Dwi Putra, karena mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Namun kondisinya terus menurun.

Kadek Dwi meninggalkan seorang istri dan 2 anak yang masih kecil. Sehari-hari, ia bekerja sebagai tenaga harian lepas sopir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gianyar, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu.

Sama seperti korban sebelumnya yakni Bagus Oscar Horizoninho (34), ia kerap membantu kakeknya sepupunya yang memiliki usaha sewa kompor mayat.

Korban Kadek Dwi merupakan korban ketiga yang meninggal akibat ledakan kompor mayat saat pengabenan di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat (19/8) lalu.

Sebelumnya, telah meninggal dunia tukang kompor Bagus Oscar Horizon (34) dengan luka bakar 98 persen. Disusul dengan Kadek Gian Permana Putra (15 ), warga Banjar Selat Belega dengan luka bakar 94 persen. (mit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved