Human Interest

Suasana Duka Iringi Upacara Pengabenan Kadek Dwi Putra Jaya di Krematorium Punduk Dawa

Prosesi pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya korban kompor mayat meledak di Blahbatuh penuh duka dan air mata. Kadek Dwi dikremasi hari in

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya (32) di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, di Desa Adat Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Senin 29 Agustus 2022. 

 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Prosesi pengabenan terhadap jenazah Kadek Dwi Putra Jaya (32) dilaksanakan di Krematorium Yayasan Dharma Kusuma, di Desa Adat Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, Senin 29 Agustus 2022.

Pria asal Banjar Intaran, Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar itu merupakan satu di antara 3 korban meninggal akibat tragedi kompor mayat meledak saat upacara ngaben di Setra Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Jumat 19 Agustus 2022 lalu.

Dukapun terasa saat prosesi.

Sejumlah keluarga dan kerabat tampak meneteskan air mata, begitu dimulainya prosesi memandikan layon (jenazah). 

Baca juga: Kadek Dwi Hembuskan Napas Terakhir, Korban Meninggal Ledakan Kompor Mayat di Blahbatuh Jadi Tiga


"Ia (Kadek Dwi Putra Jaya) meninggal hari Sabtu (27/8/2022). Sudah 9 hari dirawat karena luka bakarnya parah," ungkap seorang kerabat Kadek Dwi Putra Jaya ketika ditemui di lokasi kremasi, Senin 29 Agustus 2022.


Kadek Dwi Putra meninggal dunia di RSUP Prof Ngoerah, Sabtu malam 27 Agustus 2022 lalu, atau setelah dirawat intensif selama 9 hari di Ruangan Burn Unit. 


Tim medis sempat melakukan operasi terhadap Kadek Dwi Putra, karena mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Namun kondisinya terus menurun.


Kadek Dwi meninggalkan seorang istri dan 2 anak. Sehari-hari, ia bekerja sebagai tenaga harian lepas sopir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gianyar, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu.

Baca juga: DP3AP2KB Gianyar Kehilangan, Pasca Meninggalnya Dwi dalam Kasus Kompor Mayat Meledak di Blahbatuh


Sama seperti korban sebelumnya yakni Bagus Oscar Horizoninho (34), ia kerap membantu kakeknya sepupunya yang memiliki usaha sewa kompor mayat.


Korban Kadek Dwi merupakan korban ketiga yang meninggal akibat ledakan kompor mayat. Sebelumnya, telah meninggal dunia tukang kompor Bagus Oscar Horizoninho, (34) dengan luka bakar 98 persen.

Disusul dengan Kadek Gian Permana Putra (15 )warga Banjar Selat Belega dengan luka bakar 94 persen. (*)

 

 

Berita lainnya di Kompor Mayat Meledak

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved