Berita Buleleng

Penyidik Serahkan Berkas Perkara Korupsi LPD Anturan ke PU,Minus Keterangan Saksi yang Menguntungkan

Penyidik Kejari Buleleng telah merampungkan berkas perkara kasus dugaan korupsi mantan Ketua LPD Anturan,  Nyoman Arta Wirawan. Berkas itu pun telah d

istimewa
Istimewa/ Penyidik saat menyerahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi mantan Ketua LPD Anturan Nyoman Arta Wirawan ke PU, Rabu (31/8). 

 


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Penyidik Kejari Buleleng telah merampungkan berkas perkara kasus dugaan korupsi mantan Ketua LPD Anturan,  Nyoman Arta Wirawan. Berkas itu pun telah diserahkan kepada Penuntut Umum (PU) Kejari Buleleng, pada Rabu (31/8). 


Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, Berkas Perkara Nomor  : BP-03/N.1.11/Fd.2/08/2022 atas nama tersangka Nyoman Arta Wirawan telah diserahkan ke PU, pada pukul 11.00 Wita, dengan Surat Perintah Penyerahan Berkas Perkara No. Print-675/N.1.11/Fd.2/08/2022.


Pelimpahan tahap 1 itu diterima langsung oleh Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng, Yosef Umbu, yang juga selaku Jaksa Penuntut Umun.

Berkas perkara itu selanjutnya akan diteliti oleh enam orang PU, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Kajari Buleleng. "Akan diperiksa kelengkapan syarat formul dan meteril berkas perkaranya," terang Jayalantara. 

Baca juga: Rental Motor Bali, Honda Vario Mulai Rp 250 Ribuan Untuk Satu Minggu Pemakaian


Pemeriksaan oleh PU ini diperkirakan memakan waktu selama tujuh hari. Setelah itu PU akan mengambil sikap terhadap hasil penelitiannya, apakah dinyatakan telah memenuhi syarat atau tidak.

Jika dinyatakan lengkap, maka PU akan menerbitkan Surat Pemberitahuan Berkas Perkara telah Lengkap (P-21). Sementara jika dinyatakan belum lengkap, maka berkas akan dikembalikan,  lagi ke penyidik untuk dilengkapi, disertai dengan petunjuk. 


Berkas perkara yang diserahkan ke PU itu diakui Jayalantara, tidak dilengkapi dengan hasil pemeriksaan dua saksi yang menguntungkan bagi tersangka Wirawan. Sebab hingga saat ini dua saksi yang menguntungkan itu tak kunjung datang ke Kantor Kejari Buleleng.

"Kami sudah tiga kali melayangkan surat pemanggilan, namun dua saksi yang menguntungkan untuk tersangka tidak kunjung datang.

Saksi ahli yang juga seharusnya didatangkan oleh pihak tersangka, juga tidak dihadirkan sampai saat ini," terangnya. 

Baca juga: Oleh-oleh Bali, Kelembutan Brownies dengan 10 Varian Rasa di Bali Brownies, Mulai Rp 85 Ribuan


Meski demikian, Jayalantara menyebut, penyidik nantinya akan menunggu hasil penelitian PU.

Apabila PU memandang dalam berkas perkara tersebut terdapat kekurangan, keterangan dari saksi ahli maupun saksi yang menguntungkan bagi tersangka Wirawan masih bisa dimintai keterangan.

"Saksi ahli dan saksi yang menguntungkan itu masih bisa dimintai keterangan kalau misalnya PU menilai dalam berkas perkara itu masih ada yang kurang.

Tapi kalau sudah penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) keterangan saksi ahli dan saksi yang menguntungkan itu sudah tidak bisa dimasukan dalam berkas perkara," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved