Destinasi Wisata Bali

Destinasi Wisata Bali Desa Coklat Bali, Edukasi Menanam Kakao Hingga Membawa Pulang Jadi Oleh-oleh

Destinasi Wisata Bali Desa Coklat Bali, Edukasi Menanam Kakao Hingga Membawa Pulang Jadi Oleh-oleh

Desa Coklat Bali Facebook
Destinasi Wisata Bali Desa Coklat Bali, Edukasi Menanam Kakao Hingga Membawa Pulang Jadi Oleh-oleh 

TRIBUN-BALI.COM –  Destinasi Wisata Bali dengan suasana menjadi warga local, baru-baru ini banyak diminati oleh wisatawan.
 
Merasakan sensasi menjadi warga lokal jadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.
 
Tribunners yang penasaran bisa langsung mencoba dengan berkunjung ke Desa Coklat Bali di Tabanan, Bali.
 
Destinasi tersebut berlokasi di Tua, Marga, Tabanan Regency, Bali.


 
Desa Coklat Bali berdiri sejak Oktober 2020 ini merupakan pengembangan merek produk cokelat, CAU Chocolate, yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19.
 
Sebelumnya, objek wisata tersebut lebih menargetkan wisatawan mancanegara.
 
Dikutip dari Kompas.com, CEO CAU Chocolate Bali Kadek Surya Prasetya Wiguna mengatakan, Dengan konsep Desa Coklat Bali ingin mendekatkan ke konsumen-konsumen lokal. Termasuk masyarakat yang ada di sekitar kami, khususnya Tabanan dan Bali.
 
Sebagai  Destinasi Wisata Bali, agrowisata sekaligus edukasi, wisatawan yang mampir ke Desa Coklat Bali bisa mengenal lebih dalam tentang cokelat.
 
Mulai dari proses menanam, pengolahan, hingga mengonsumsinya atau membawa pulang sebagai oleh-oleh.


 
Menarik bukan tribunners, kamu bisa berwisata sambil belajar lho.
 
Nah, salah satu yang dipelajari adalah tentang pengolahan cokelat tradisional.
"Kan sebetulnya cokelat tidak dibuat dengan teknologi seperti hari ini, menggunakan begitu banyak mesin dan orang. Dulu sangat sederhana, cokelat dicacah, dibuat powder (bubuk), lalu diminum. Hal seperti ini yang kami ajarkan di Desa Coklat," tutur Surya.
 
Di samping itu, karena wisatawan mancanegara mulai berdatangan, Desa Coklat Bali juga turut mengenalkan budaya Bali, seperti tarian, tradisi, dan rumah Bali. seperti ritual canang.


 
Harga tiket masuk di Desa Coklat Bali
 
Bagi tribunners yang penasaran, untuk harga tiket masuk di Desa Coklat Bali mulai dari Rp 35.000 per orang.
 
Tarif ini merupakan untuk rombongan, misalnya rombongan anak sekolah, dengan minimal 20 orang.
 
Namun, tarif ini tidak termasuk membuat cokelat ya tribunners.
 
Sementara itu, untuk tur pendek (short chocolete tour) dikenakan biaya sekitar Rp 100 Ribu, sudah termasuk keliling ke kebun cokelat, belajar pembibitan tanaman cokelat, melihat aktivitas di pabrik cokelat, hingga membuat cokelat.


 
Adapun tur lengkap, mulai dari mempelajari budaya hingga melihat penanaman dan pembuatan cokelat dikenai biaya sekitar Rp 500 Ribu.
 
Baik wisatawan domestick hingga mancanegara selalu antusias dengan kegiatan di tempat ini.
 
Desa Coklat Bali buka setiap hari kecuali saat Nyepi, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 Wita.
 
 
Rute Menuju Desa Coklat Bali
 
Tribunners yang datang dari pusat kota Denpasar akan menempuh perjalanan kurang lebih 1 hingga 1,5 jam menggunakan kendaraan pribadi.
 
Akses  jalan menuju ke sana sudah baik dan berada di jalan besar.
 
Namun, dianjurkan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa sopir karena lokasinya yang masih terbilang masuk ke desa.
 
Meski begitu, perjalanan panjang bakal terbayar dengan pengalaman menarik serta udara sejuk nan asri yang ditemui di sana.(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved