Berita Karangasem

Harga Bumbu Dapur di Karangasem Alami Kenaikan, Ini Penyebabnya, Bupati Gede Dana Pantau ke Pasar

Harga bumbu dapur untuk kebutuhan tiap harinya meningkat drastis. Perkilogramnya naik dari Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Seperti cabe kecil, telur,

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Marianus Seran
Tribun Bali
Forkopimda Kab. Karangasem gelar pemantauan harga bumbu dapur di Pasar Amlapura Timur, Kamis (1/9/2022) pagi hari. 

 

TRIBUN BALI. COM, AMLAPURA- Harga bumbu dapur untuk kebutuhan tiap harinya meningkat drastis. Perkilogramnya naik dari Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Seperti cabe kecil, telur, serta bawang merah.

Sedangkan cabe besar mengalami penurunan, dan bawang putih harganya stabil.


Ni Nengah Rai Astini mengatakaan, kenaikan harga bumbu dapur terjadi satu minggu lalu.

Seperti cabe kecil meningkat dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu perkilogram, bawang  merah  meningkaat dari Rp 20  ribu menjadi Rp 25 ribu. Sedangkan telur naik cukup drastis pertrai sesuai ukuran.


"Kalau cabe besar turun. Dulu sempat Rp 60 ribu, sekarang turun jadi Rp 40 ribu perkilogramnya. Kalau bawang putih tetap Rp 18 ribu, dan tomat Rp 8 ribu perkilogram,"ungkp Ni Nengah Rai Astini  ditemui di Paasar Amlapura Timur, Kamis (1/ 9/ 2022).

Baca juga: Warga Bangli Bali diminta Waspadai Cikungunya, Kasus DBD 76 Kasus


Wanita asal Batan Nyuh, Kelurahan Karangasem meprediksi harga kebutuhan pokok naik  karena pasokan sedikit akibat cuaca yang tak tentu. Kemungkinan petani cabe serta bawang  sedikit mendapat  hasil panen. Sehingga berpengaruh kepada harga bumbu sekitar pasar.


"Saya beli bumbu dapur seperti bawang, cabe, dan tomat dipengepul di Klungkung. Biasanya saya beli 50 kilo, untuk 4 hari. Tetapi sekarang penjualannya mulai menurun gara - gara harga bumbu mengalami kenaikan perkilo,"tambah Astini.

Baca juga: Oleh-oleh Bali Kekinian yang Wajib Kamu Bawa Saat Pulang, Praktis dan Mudah


Pihaknya berharap harga kembali normal, sehingga permintaan terus naik. Sekarang rata - rata beli hanya seperempat kilogram."Daya beli warga berkurang setelah harga bumbu meningkat. Biasanya 50 kilo habis dalam waktu 4 hari, sekarang jadi seminggu,"tambhnya.


Bupati Karangasem, Gede Dana, didampingi  forkopimda saat memantau harga bumbu dapur mengungkapkan, harga masih stabil. Hanya ada beberapa kebutuhan yang meengalami kenaikan, itupun hanya kecil. Yang terlihat hanya kenaikan telur perterainya. Naiknya sekitar Rp 3 ribu.


"Rata - rata harga masih cukup stabil. Kalau seandainya ada lonjakan, pemerintah melakukan langka - langkah. Seperti operasi pasar murah.  Pemerintah terus mlakukan pemantauan harga dipasar. Harga perkilo masih standar,"ungkap Dana.(*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved