Kabar Bangli

Perbaikan Tiga Alat Berat Milik DLH Bangli yang Rusak Butuh Anggaran 500 Juta

Tiga alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli mengalami kerusakan dan butuh anggaran 500 juta untuk perbaikan.

Istimewa
Alat berat - Dua unit alat berat milik Dinas PUPR Perkim Bangli yang dipinjam untuk penanganan sampah di TPA Bangli. Upaya ini dilakukan karena alat berat milik DLH Bangli mengalami kerusakan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tiga alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Bangli mengalami kerusakan.

Pihak DLH pun terpaksa meminjam alat berat dari Dinas PUPR Perkim Bangli untuk kegiatan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangli.

Sekretaris DLH Bangli, I Gusti Laksana menjelaskan, dalam penanganan sampah di TPA Bangli, pihaknya memanfaatkan tiga jenis alat berat. Diantaranya berupa Louder, excavator dan wilouder. 

"Ini dikarenakan kiriman sampah per hari mencapai 150 kubik. Itu baru dari daerah yang dilayani DLH saja. Kalau ditambah kiriman dari desa-desa lain yang belum terlayani DLH, volume sampah bisa mencapai 20 hingga 40 kubik per harinya. Oleh sebab itu perlu alat berat untuk menata dan menimbun sampahnya," ucap dia Selasa 30 Agustu 2022.

Kendati demikian, sejak beberapa pekan terakhir alat berat yang dimiliki DLH Bangli mengalami kerusakan.

Alhasil untuk kegiatan penanganan sampah di TPA, pihak DLH terpaksa meminjam dua unit alat berat milik Dinas PU. 

Diakui, terkait kerusakan alat berat ini Bupati Bangli telah turun langsung meninjau TPA serta alat berat yang mengalami kerusakan.

Pihaknya juga telah mengajukan anggaran perbaikan tiga alat berat pada APBD Perubahan.

"Anggaran yang diusulkan sebesar Rp 500 juta. Mudah-mudahan anggaran ini disetujui, sehingga perbaikan bisa segera dilakukan," ucapnya. 

Baca juga: Meski Bau dan Berbuih, DLH Gianyar Belum Nyatakan Selokan Tercemar

Pejabat asal Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang, Bangli ini menambahkan, kedepan pihaknya juga akan mengajukan anggaran untuk base camp alat berat.

Diakui untuk bangunan gudang sudah ada, tinggal dilakukan servis ringan.

Upaya ini sekaligus untuk untuk meminimalisir terjadinya kerusakan akibat tikus.

"Selama ini alat berat ditaruh dekat sampah. Sehingga rawan dimasuki tikus, dan merusak kabel instalasinya," tandas dia. (mer)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved