Music Zone

Music Zone: Benten+62 Hadirkan "Terbang Menghilang, Semua Melaju"

Setelah melepas single "Pagi Datang, Lagu Lenyap Sudah" diawal tahun 2022.

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Benten+62 Hadirkan "Terbang Menghilang, Semua Melaju" 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah melepas single "Pagi Datang, Lagu Lenyap Sudah" diawal tahun 2022.

Trio alternatif rock asal Denpasar, Benten+62 kembali hadir menyuguhkan komposisi terbarunya berjudul "Terbang Menghilang, Semua Melaju".

Single yang telah dirilis 24 Agustus 2022 dengan format digital ini akan masuk daftar Extended Play (EP) atau album mini yang direncanakan segera dirilis.

Benten+62 Hadirkan
Benten+62 Hadirkan "Terbang Menghilang, Semua Melaju" (TB/Istimewa)

Berbeda dari lagu sebelum, pada lagu "Terbang Menghilang, Semua Melaju" band yang diawaki Ginting (gitar/vokal), Dona (gitar) Edo (bass), dan Aris berstatus additional player drum mencoba menghadirkan sisi gelap. Menceritakan tentang seseorang yang kalut dalam situasi yang sedang dialami.

"Perasaan-perasaan yang dituangkan pada lagu ini menggambarkan suatu perasaan seperti rasa kurang percaya diri, merasa bersalah dalam mengambil suatu keputusan dalam hidup. Gundah gulana menghadapi kehidupan yang semakin hari semakin berubah," terang Ginting.

Lirik yang sederhana kata Ginting, adalah suatu ketegasan dan keresahan di dalam hidup. "Namun makna dalam lirik ini adalah makna tanpa makna. Bukan suatu ambiguitas. Tidak bermaksud untuk memaknai suatu makna yang utuh untuk suatu ungkapan perasaan. Hanya ingin berbagi pengalaman yang sama saja," cetusnya.

Dirilisnya "Terbang Menghilang, Semua Melaju" adalah buah bukti keseriusan Benten+62 mengarungi ranah masik independen tanah air. Pun menjadi jembatan mereka untuk lebih baik dari karya sebelumnya.

"Dari tata suara yang dibuat, konsep materi dan hal lainnya adalah salah bukti keseriusan kami. Semoga ini menjadi awal pendewasaan Benten+62 untuk berkarya saat ini dan ikut meramikan kancah musik Nasional," ucap Ginting.

Benten+62 resmi dibentuk tahun 2018, digagas oleh Acong dan Ginting dengan mengusung genre alternative rock sebagai pondasi musiknya. Musik Acong dan Ginting dipengaruhi oleh deretan band macam Dinosaur JR, Teenage Fanclub, Morfem, The Adams, Rumah Sakit, dan Barefood.

Kami menamai band ini Benten+62. Diambil dari Bahasa Jawa Kromo yang artinya berbeda, dan +62 adalah nomor kode Negara, Indonesia," jelas Ginting.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved