Berita Karangasem

Dampak Kenaikan BBM, Nelayan di Karangasem Sebut Biaya Operasional Membengkak

Nelayan di Kab. Karangasem menyayangkan kebijakan Pemerintah RI yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tanggal 3 Seeptember 2022.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
perahu nelayan 

AMLAPURA, TRIBUN BALI. COM - Nelayan di Kab. Karangasem menyayangkan kebijakan Pemerintah RI yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tanggal 3 Seeptember 2022.

Para nelayan kecewa dan mengeluh karena kebijakan ini dianggap merugikan para nelayan.

Romi, nelayan asal dari Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kec. Karangasem mengatakaan, kenaikan harga BBM jenis pertalite berdampak ke operasional nelayan.

Pastinya pengeluaran per harinya akan membengkak karena harga BBM perliter naik. Belum lagi biaya untuk makan dan minum.

Seorang nelayan di Pantai Kusamba mengecek perahunya yang rusak akibat diterjang ombak besar, Rabu 25 Mei 2022. 
Seorang nelayan di Pantai Kusamba mengecek perahunya yang rusak akibat diterjang ombak besar, Rabu 25 Mei 2022.  (EKA MITA SUPUTRA)

"Rata - rata nelayan di Ujung Pesisi memakai pertalite.Biasanya beli pertalite eceran di warung. Kalau beli di SPBU sulit, harus meperlihatkan surat keterangan sebagai nelayan. Sekarang harga eceran warung 12 ribu perliternya,"kta Romi, Minggu 4 September 2022.

Romi menambahkan, operasional nelayan perhari kemungkinan membengkak.

Untuk BBM saja, kta Romi, nelayan menggunakan 20 liter seandainya melaut hingga ke Lombok.

Jika dikalkulasi nelayan harus mengeluarkan uang skitar 200 ribu untuk membeli bahan bakarnya.

"Kalau seandainya beli BBM di warung otomatis lebih dari 200 ribu. Biaya operasional pastinya akan membengkak. Ini belum biaya makan, minum, rokoknya. Kalau di kalkulasi semuanya seekitar 300 ribu,"jelasnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa memberikan subsidi ke nelayan. Sehingga biaya operasional tiap harinya bisa ditekan. Apalagi hasil tangkapn nelayan sedikit, tidak sesuai pengeluarannya."Iya kalau dapat ikan. Kalau tak dapat, otomatis nelayan akan rugi," akui Romi, sapaanya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved