berita bali

Harga BBM Naik, Sejumlah ‘Pertamini’ di Kota Denpasar Atur Ulang Garis Takaran BBM

Harga BBM Naik, Sejumlah ‘Pertamini’ di Kota Denpasar Atur Ulang Garis Takaran BBM Mulai 4 September 2022

(Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra)
Caption : Salah satu warung sembako dan penjual BBM eceran di Jalan Pulau Nias, Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah ‘Pertamini’ atau pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran di Kota Denpasar mulai mengatur ulang garis takaran tabung pada Minggu 4 September 2022.

Hal tersebut dilakukan demi menyesuaikan kenaikan harga BBM yang secara resmi ditetapkan pemerintah pada Sabtu 3 September 2022 kemarin.

Seperti yang dilakukan oleh penjual BBM eceran di Jalan Pulau Batanta, Denpasar.

Mulyadi (34) selaku pemilik warung sembako yang juga menjual BBM eceran menuturkan, dirinya akan berkoordinasi kepada penyedia ‘Pertamini’ untuk mengatur ulang garis takaran pada tabung Pertamininya.

Caption : Salah satu warung sembako dan penjual BBM eceran di Jalan Pulau Nias, Denpasar.
Caption : Salah satu warung sembako dan penjual BBM eceran di Jalan Pulau Nias, Denpasar. ((Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra))

“Kita tanya dulu ke penyedia pertamini, ukurannya berapa satu tabung itu. Satu tabung itu kan 5 liter.”

“Jadi 5 liter itu dijadiin berapa gitu. Itu bakal dirubah nomor-nomornya itu,” ucap Mulyadi saat ditemui Tribun Bali di warung miliknya Jalan Pulau Batanta, Denpasar pada 3 September 2022.

Mulyadi berpandangan, penjualan BBM eceran dengan menggunakan Pertamini cenderung lebih sulit dibandingkan dengan menggunakan botol.

Pasalnya, penjualan BBM eceran dengan menggunakan botol tak perlu merubah takaran.

“Kalau pakai botol kan enak. 1 liter misalnya harganya 12 ribu (harga pokok), tinggal jual 14 (ribu) atau 13 (ribu),” ucap pria asal Madura tersebut.

Mulyadi menuturkan, akan mengubah garis takar pada tabung pertamininya mulai hari ini, Minggu 4 September 2022.

Sejalan dengan Mulyadi, Mayuto (43) selaku pengelola warung sembako dan penjual BBM eceran di Jalan Pulau Nias, Denpasar menuturkan, akan melakukan perubahan garis takar pada tabung pertamininya.

Hal tersebut dilakukan demi menghindari kerugian pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu 3 September 2022.

“Diganti nanti (garis takar tabung pertamini). Rugi kalau nggak diganti itu. Kan harga naik sekarang,” ucap Mayuto saat ditemui Tribun Bali pada Sabtu 3 September 2022.

Dirinya menuturkan, akan berkomunikasi dengan penyalur pertamini untuk merubah garis takar pada tabung pertamininya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved