Berita Bali

Berkenalan Lewat Media Sosial Hingga Bersetubuh, Wanita ini Alami Pencurian dengan Kekerasan

Seorang wanita menjadi korban tindak pidana curas atau pencurian dengan kekerasan pada Minggu, 4 September 2022 kemarin sekitar pukul 13.00 WITA

TB/Istimewa
Kapolsek Kuta Badung, AKP Yogie Pramagita Pada Pers Realeasenya Senin, 5 September 2022 mengungkap kasus ini kepada media. 

TRIBUN-BALI.COM-Badung- Seorang wanita menjadi korban tindak pidana curas atau pencurian dengan kekerasan pada Minggu, 4 September 2022 kemarin sekitar pukul 13.00 WITA

Namun kejadian baru dapat dilaporkan ke aparart kepolisian Polsek Kuta, Badung pada pukul 20.00 WITA

Kapolsek Kuta Badung, AKP Yogie Pramagita Pada Pers Realeasenya Senin, 5 September 2022 mengungkap kasus ini kepada media.

Dikatakan kejadian ini terjadi disebuah residence di daerah Kuta, Badung yang mana seorang perempuan berinisial RSL berkenalan dengan seorang pria melalui media sosia.

Kapolsek Kuta Badung, AKP Yogie Pramagita Pada Pers Realeasenya Senin, 5 September 2022 mengungkap kasus ini kepada media.
Kapolsek Kuta Badung, AKP Yogie Pramagita Pada Pers Realeasenya Senin, 5 September 2022 mengungkap kasus ini kepada media. (TB/Istimewa)

“RSL pun dengan pria berinisial N tersebut sepakat untuk bertemu dan melakukan hubungan badan di TKP,” ungkap Kapolsek

Mirisnya secara tak terduga pria berinisial N tersebut pun ketika diantar kepintu untuk pulang, tiba-tiba melakukan penganiayaan kepada RSL.

RSL pun dicekik dari belakang lalu N memasukan kedua jari tanganya kemulut hingga kekerongkongan dan ditarik kebelakang untuk menyumbat pernafasan korban agar tidak bisa teriak.

N juga terus mengancam RSL untuk tidak berteriak dan memberi ancaman akan membunuhnya.

Tidak hanya itu tersangka juga menyeret korban ke kamar mandi dan memukul pipi RSL, ia pun beteriak.

Kemudian N membentaknya kembali agar tidak beteriak hingga RSL mengeluarkan darah dari mulutnya sambil menanggis.

N pun meminta uang kepada RSL sebesar Rp. 500 ribu, korban pun mengarahkanya kelaci namun hanya ada uang Rp. 300 ribu.

Merasa tidak puas N pun mengambil dompet RSL dan mengambil uang sejumblah Rp. 1 juta

Setelah itu ia pun pergi dengan memesan grab dengan membawa uang Rp. 1,3 juta.

RSL pun langsung melaporkan hal tersebut kepada penjaga kos.

Atas kejadian ini ia mengalami luka cakar pada mulut, rasa sakit pada tenggorokan,dan luka memar pada pipi hingga sulit berbicara dan makan.

Aparat kepolisian pun berhasil menangkap tersangka di daerah dekat dengan TKP.

N pun terjerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved