Polisi Tembak Polisi

Ketua Komnas HAM Sebut Ferdy Sambo Sebagai Bos Mafia, Mampu Mengendalikan Puluhan Polisi

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjelaskan mengenai video dirinya yang menyebut Ferdy Sambo sebagai bos mafia.

WARTA KOTA/YULIANTO
Ketua Komnas HAM Sebut Ferdy Sambo Sebagai Bos Mafia, Mampu Mengendalikan Puluhan Polisi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Komnas HAM Sebut Ferdy Sambo Sebagai Bos Mafia, Mampu Mengendalikan Puluhan Polisi

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjelaskan mengenai video dirinya yang menyebut Ferdy Sambo sebagai bos mafia.

Video viral yang diunggah akun @majeliskopi08 pada Minggu (4/9) kemarin ramai jadi perbincangan warganet.

Diansir Tribunnews, Ahmad Taufan Damanik mengatakan video pernyataannya yang viral di media sosial tersebut direkam saat dirinya baru menyelesaikan diskusi bersama penyandang disabilitas tentang jalan keluar regulasi daerah.

Sebelum pulang, lanjut Ahmad Taufan Damanik, dia kemudian mengobrol santai dengan teman-temannya.

Namun, lanjut dia, tanpa persetujuan ada yang merekam dan memposting obrolan tersebut.

Menurutnya, perbuatan tersebut tidak etis.

"Anyway, saya kecewa karena kok jurnalis bekerja seperti itu. Tapi sudah lah, apalagi sudah menjadi konsumsi publik," kata Taufan ketika dilansir Tribunnews.com pada Senin (5/9/).

Terkait pernyataannya yang menyebut Ferdy Sambo bos mafia, Taufan menjelaskan bahwa yang dimaksudnya adalah Sambo mampu mengendalikan puluhan polisi bahkan yang di luar kendalinya (Reskrim) serta melakukan rekayasa obstruction of justice.

Menurutnya hal tersebut luar biasa.

"Kata mafia kurang tepat kalau di publik, itu kan istilah obrolan informal sesama teman. Sayangnya direkam dan diposting," kata Taufan.

Di wawancara lain, kata Taufan, ia menggambarkan kelompok Sambo seperti tumor yang menggerogoti institusi Polri dan penegakan hukum.

"Makanya Kapolri harus berani ambil tindakan tegas membuang semua elemen tumornya," kata dia.

Taufan mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu jadwal untuk menyerahkan rekomendasi ke pemerintah dan DPR RI.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved