Berita Bali

Harga BBM Naik, Belanja Ritel Masyarakat Diprediksi Turun

Dampak kenaikan BBM ini diprediksi akan membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja, termasuk produk ritel.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Yunita, penikmat MilkLife saat berbelanja di GrandLucky Supermarket, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat 6 Mei 2022. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Dampak kenaikan BBM ini diprediksi akan membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja, termasuk produk ritel.

Ketika dikonfirmasi Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali Agung Agra Putra, Selasa 6 September 2022 mengatakan, saat ini belum bisa ditentukan basket size atau nilai belanja rata-rata per transaksi masyarakat.

Meski demikian, dia memperkirakan akan terjadi pengurangan konsumsi masyarakat terhadap produk ritel.

Yunita, penikmat MilkLife saat berbelanja di GrandLucky Supermarket, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat 6 Mei 2022.
Yunita, penikmat MilkLife saat berbelanja di GrandLucky Supermarket, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat 6 Mei 2022. (Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro)

“Kecenderungannya kemungkinan akan seperti itu (pengurangan konsumsi). Akan lebih selektif dalam berbelanja," jelasnya.

Lebih lanjut Agung Agra mengatakan, komoditi yang akan cenderung dibatasi yaitu yang masuk ke dalam catagory indulgence atau di luar barang kebutuhan pokok.

"Dan jika ada produk sejenis dari produk kebutuhan tersebut yang harganya lebih murah maka kemungkinan masyarakat akan shifting k produk tersebut," tambahnya.

Disinggung terkait akan adanya kenaikan harga produk, Agung Agra mengatakan, kemungkinan akan kenaikan harga menyesuaikan dengan harga dari distributor.

Namun demikian, dia mengatakan persentase margin yang diberikan tidak berubah.

Kenaikan harga produk dikatakan Agung Agra, umumnya terjadi paling cepat 2-4 minggu pascakenaikan harga BBM. Hal tersebut dikarenakan, saat ini perusahaan ritel masih memiliko stok dengan harga lama.

Lebih lanjutnya Agung Agra mengatakan, ada beberapa upaya dilakukan pengusaha ritel mensiasati kenaikan harga BBM ini.

Pihaknya mengaku, dalam setiap terjadi kenaikan harga BBM, sama dengan usaha di sektor lainnya biasanya akan mencoba untuk melakukan efisiensi demi menjaga rasio beban biaya dengan pendapatan.

Efektivitas stok dengan selektif dalam pengadaan barang dagangan baik jenis maupun quantity nya juga menjadi langkah yang diambil sebagai antisipasi shifting atau perubahan prilaku belanja konsumen.

“Dan tentunya pricing atau harga jual menjadi salah upaya untuk menjaga keberlangsungan bisnis tetapi tentunya tetap menjaga agar tetap kompetitif," tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved