Sponsored Content

Dewan Soroti Kebocoran Retribusi Wisatawan ke Kawasan Nusa Penida, Bupati Suwirta Akan Evaluasi

Dewan Soroti Kebocoran Retribusi Wisatawan ke Kawasan Nusa Penida, Bupati Suwirta Akan Lakukan Evaluasi

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Komisi III DPRD Klungkung saat melakukan observasi ke Nusa Penida terkait dengan pungutan retribusi. ist 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Anggota dewan menyoroti kebocoran retribusi wisatawan saat masuk ke kawasan Nusa Penida. Persoalan ini sempat disampaikan anggota dewan, dalam pandangan fraksi menanggapi Ranperda Perubahan APBD 2022.

Anggota DPRD Klungkung I Ketut Gunaksa, sempat menyoroti perihal pelaksanaan Perda nomor 5 tahun 2018 tentang Retribusi tempat wisata dan olahraga.

Khususnya Nusa Penida, menurutnya retribusi yang bocor karena masih manualnua sistem pelungutan. Sehingga kedepannya sistem pungutan ini yang bisa dievaluasi lagi.

" Kami anggota dewan tentu sangat prihatin terhadap dugaan kebocoran PAD ini," jelasnya.

Komisi III DPRD Klungkung saat melakukan observasi ke Nusa Penida terkait dengan pungutan retribusi. ist
Komisi III DPRD Klungkung saat melakukan observasi ke Nusa Penida terkait dengan pungutan retribusi. ist (TB/Istimewa)

Sebelumnya hal ini diketahui saat observasi Komisi III DPRRD Klungkung Nusa Penida. Dugaan kebocoran retribusi menjadi sorotan Komisi III DPRD Klungkung. Anggota dewan mencurigai pungutan retribusi terhadap wisatawan di Nusa Penida rentan bocor.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Klungkung, Sang Nyoman Pitrayasa saat melakukan observasi ke Nusa Penida, Selasa (30/8/2022).

"Pemungutan retribusi di Pelabuhan Sampalan, tepatnya di depan Kantor Camat Nusa Penida kami curigai rentan bocor. Kalau yang di Pelabuhan Banjar Nyuh kami lihat lebih tertib," ungkap Sang Nyoman Putrayasa, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya ada beberapa praktek yang mulai dilakukan pemandu atau wisatawan agar dapat lolos dari pungutan retribusi di Pelabuhan Sampalan.

Misalnya saja ketika turun dari boat, wisatawan diminta berjalan ke timur ataupun barat pesisir pantai. Lalu pemandu wisata menjemputnya di tempat lain, sehingga sopir tidak melewati pos retribusi wisatawan tidak sampai dipungut retribusi

Bupati Suwirta tidak menampik sampai saat ini masih marak ditemukan kebocoran retribusi wisata di Nusa Penida. Dari laporan yang ia terima, petugas pungut retribusi terkadang bertugas hanya setengah hari. Lalu pos retribusi ditinggalkan kosong begitu saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved