Berita Karangasem

Sopir Angdes di Karangasem Beralih Profesi, Akibat Menjamur Kendaraan Roda Dua dan Kenaikan BBM

Beberapa sopir  angkutan desa (angdes) di Kabupaten Karangasem terpaksa beralih profesi. Pemicunya lantaran menjamurnya kendaraan roda dua serta na

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Marianus Seran
Istimewa
Suasana di Terminal Amlapura, Kelurahan Karangasem, Kamis. Sejumlah angkutan terlihat parkir menunggu penumpang.   

TRIBUN BALI. COM , AMLAPURA- Beberapa sopir  angkutan desa (angdes) di Kabupaten Karangasem terpaksa beralih profesi.

Pemicunya lantaran menjamurnya kendaraan roda dua serta naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, pertalite, dan pertamax perliternya.


Oden, sopir asal Karangasem, mengatakan, sopir angkutan desa yang  beralih profesi lumayan banyak. Seandainya di kalkulasi sejak tahun  2010 - an, kemungkinan mencapai sekitar ratusan orang lebih.

Belum lagi sopir yang beralih  saat harga BBM  mengalami kenaikan.


"Dulu sopir angkutan desa banyak, hampir mencapai 250 orang.

Tiap tahun  berkurang jumlah sopir di Kabupaten Karangasem.

Sekarang ada yang beralih jadi sopir truk, travel, dan  lainnya,"ungkap Oden ditemui di Teminal Amlpura, Kamis (8/9).

Baca juga: KERAP Copet Wisman di Kuta Utara, Sony Cahyono Berhasil Dibekuk Polsek Kuta Utara 


Banyaknya sopir angdes yang beralih profesi dipicu beberapa faktor. Diantaranya menjamurnya sepeda motor di Bumi Lahar.

Rata - rata setiap KK sudah  memiliki sepeda motor, sehingga pedagang tak naik angdes saat berpergian.

Kadang para pedagang diantar  keluarganya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved