Destinasi Wisata Bali

Destinasi Wisata Bali, Melukat dengan Keindahan Pantai Padang Galak di Pura Campuhan Windhu Segara

Destinasi Wisata Bali, Melukat dengan Keindahan Pantai Padang Galak di Pura Campuhan Windhu Segara

Tribun Bali
Destinasi Wisata Bali, bhatara-bhatari nusantara Ratu Pantai Selatan di Pura Campuhan Windhu Segara 

TRIBUN-BALI.COM – Destinasi Wisata Bali tak hanya tentang keindahan pantai saja, Bali juga terkenal dengan keindahan Pura yang menjadi daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
 
Salah satu destinasi wisata spiritual yang bisa tribunners kunjungi yakni, Pura Campuhan Windhu Segara.
 
Pura Campuhan Windhu Segara terletak di Pantai Padang Galak, Denpasar Timur, Bali.
 

Destinasi Wisata ini menjadi favorit wisatawan sebagai destinasi wisata spiritual atau religi bagi umat hingga melukat.
 
Bahkan tidak hanya umat Hindu di Bali, banyak pula umat dari berbagai daerah serta belahan nusantara hadir ke pura ini.
 
Termasuk turis mancanegara yang sekadar melukat, serta menikmati keindahan pura pinggir laut ini.
 
Bagi tribunners yang ingin melukat di seputaran Kawasan Denpasar, pura ini sangat cocok karena terletak tak jauh dari pusat Kota Denpasar dan Pantai Sanur.
 
Pura Campuhan Windhu Segara tak hanya terdapat bhatara-bhatari yang biasa dipuja di Bali, banyak pula bhatara-bhatari nusantara seperti Ratu Pantai Selatan.
 
Bahkan bhatara-bhatari dari Gunung Salak, arca Prabu Siliwangi, serta Dewi Gangga dari India.
 
Sementara itu ada wisatawan yang khusus datang ke Pura ini hanya untuk melukat, membersihkan diri lahir-batin, metamba (berobat), meminta anak, kesembuhan, dan masih banyak lainnya.
 
 
Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Pura Campuhan Windhu Segara

Destinasi Wisata Bali,  Pura Campuhan Windhu Segara, Padang Galak, Kesiman, Denpasar, Bali
Destinasi Wisata Bali, Pura Campuhan Windhu Segara, Padang Galak, Kesiman, Denpasar, Bali (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)


 
Tribunners yang ingin berkunjung ke Pura Campuhan Windhu Segara akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 Ribu untuk mobil.
 
Jika tribunners ingin melukat, harus mempersiapkan membawa banten pejati, canang, dan berpakaian adat Bali.
 
Tak perlu khawatir, di sana terdapat sebuah warung yang menyediakan banten pejati, canang dan lainnya, untuk harga tergantung kebutuhan saat melukat.
 
Begitu memasuki areal pura, ada catus pata dengan patung Dewa Brahma berkepala 4. Kepalanya ini menghadap barat, timur, utara, dan selatan.
 
Fasilitas di Pura ini sudah lengkap, terdapat parkir yang luas, kamar mandi umum, pemangku yang welcome kepada wisatawan dan keindahan pura di pinggir laut.
 
Untuk biaya tiket masuk terdapat kotak dana sukarela bagi pengunjung atau wisatawan yang datang.
 
 
Alur Prosesi Melukat di Pura Campuhan Windhu Segara

Destinasi Wisata Bali, Umat Hindu melaksanakan pengelukatan bertepatan dengan Tumpek Wayang dan Kajeng Kliwon, di Pura Campuhan Windu Segara, Padanggalak, Denpasar, Sabtu 7 Agustus 2021. Pelaksanaan pengelukatan di Pura ini dibatasi hingga pukul 19.00 Wita.
Destinasi Wisata Bali, Umat Hindu melaksanakan pengelukatan bertepatan dengan Tumpek Wayang dan Kajeng Kliwon, di Pura Campuhan Windu Segara, Padanggalak, Denpasar, Sabtu 7 Agustus 2021. Pelaksanaan pengelukatan di Pura ini dibatasi hingga pukul 19.00 Wita. (Tribun Bali/Rizal Fanany)


 
Pertama saat memasuki areal pura menghaturkan canang asebit sari untuk memohon dan meminta izin akan melukat.
 
Berjalan ke timur, pamedek kembali menghaturkan canang di pelinggih Hyang Baruna atau penguasa lautan.
Tujuannya, memberitahu kepada bhatara bahwa akan melukat.
 
Setelah itu, baru kemudian pejati pertama dibawa ke linggih Ida Bhatara Wisnu atau Dewa Wisnu, karena di sana ada penglukatan dasa mala.
 
Setelah dilukat dengan mantra lengkap oleh Ida Rsi Istri, baru pemangku ngelukat dengan klungah nyuh gading ini.
 
Kemudian pamedek diajak ke campuhan di bawah, yakni pertemuan air sungai dan laut untuk melukat selanjutnya.
 
Setelah itu baru naik, dan turun ke beji ke bawah.
 
Kembali lagi, di beji ini menghaturkan canang karena ada pelinggih Siwa Budha, pelinggih Dewi Ku Am Im serta Ida Rambut Sedana.
 
Sapta sindu ini, diyakini merupakan air dari sungai gangga, saraswati, dan beberapa sungai suci lainnya ada di sana.
 
Setelah dari sana, pamedek berganti pakaian memakai baju dan kamen yang baru kemudian duduk di penataran.
Di penataran ini, kembali dikawal oleh pemangku prosesinya.
 
Kemudian, pejati kedua dihaturkan di penataran.
Setelah selesai pengayaban, pamedek dipersilahkan sembahyang. Lalu nunas tirta dan bija.
Prosesi selanjutnya, ke gedong ibu dan sembahyang di sana.
 
Simbol ibu ini, dipercaya memberi ketenangan dan keselamatan serta rezeki baik materi maupun anak.
 
Setelah itu, sembahyang ke gedong Prabu Siliwangi. Serta memohon kepada bhatara-bhatari yang berada di parhyangan Jagatkartta Gunung Salak.
Kemudian ke sebelah barat ada pelinggih Siwa.
 
Dalam artian, sebagai Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Atau dengan menyebutkan, Om Namah Siwa Ya Om sebanyak 3,7,9,11, dan 13 kali.
 
Dari ketiga naga tersebut, akan mengalir air suci dan bisa diminum langsung oleh pamedek sebanyak 3 kali.
Prosesi selanjutnya, menghadap mahaguru dan diberikan tilaka atau basma.
Tilaka ini, terbuat dari tanah liat pegunungan yang sudah dipasupati.
Gunanya untuk dilentikkan diantara alias, sebagai tanda bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa sudah berada di dalam alam pikiran pamedek.
 
Rute Menuju ke Pura Campuhan Windhu Segara
 
Tribunners yang datang dari Kawasan Pantai Sanur bisa melewati Jalan Bypass Ngurah Rai lalu berbelok ke arah kiri di Pantai Padang Galak dengan menempuh perjalanan sekitar 10 hingga 15 menit.
 
Jarak dari Kawasan Kuta juga tak jauh hanya menempuh perjalanan sekitar 30 hingga 40 menit menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil melewati Jalan Bypass Ngurah Rai atau menggunakan Tol Bali Mandara.
 
Sementara itu, tribunners juga bisa memakai jasa transportasi online yang sudah tersedia di Bali.(*)


 
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved