Bisnis

DISABILITAS Punya Kesempatan Bekerja, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Terlindungi Jaminan Sosial

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan.

ist
Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah. Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. 

TRIBUN-BALI.COM - Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah.

Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.

Baca juga: TIDAK Punya Biaya, Ketut Murni Bergantung Pada Program JKN

Baca juga: RATUSAN Pekerja Atlas Beach Fest Gabung Kepesertaan BPJamsostek

Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah.

Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.
Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah. Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. (ist)

 

Dalam paparannya, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia, menekankan pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif sangat penting untuk proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Ini dimaksudkan, agar tidak terjadi ketimpangan di lapangan dalam proses distribusi ekonomi yang berbasis kerakyatan dan menyasar semua warga negara.

“Skema ekonomi yang inklusif, menunjukkan Indonesia mampu memberi ruang yang sama bagi siapapun, termasuk didalamnya warga disabilitas untuk terlibat langsung, dan tidak hanya jadi penonton dalam pembangunan negara.

Mereka juga bisa hadir di berbagai sektor kerja, yang dibutuhkan oleh industri dengan tetap menyesuaikan kemampuan serta kualifikasi keahlian yang dibutuhkan,” ujar Angkie.

Angkie menegaskan, konsep ekonomi inklusif merupakan bagian dari penerjemahan UU No.8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, yang diiukuti oleh peraturan turunannya yang menekankan hal penyandang disabilitas adalah mendapat perkejaan dan jaminan perlindungan sosial.

Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah.

Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.
Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah. Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. (ist)

“Jaminan sosial ketenagakerjaan diberikan sebagai pengaman dasar, dari hak penyandang disabilitas, dalam rangka proteksi terhadap risiko ekonomi yang bisa saja dialami selama bekerja,” tambah Angkie. 

Angkie turut mengapresiasi langkah kementerian ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), yang sangat memerhatikan penyandang disabilitas, agar mereka tidak hanya mendapat pekerjaan namun juga mengupayakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai mitigasi risiko yang dihadapi saat bekerja.

Sementara itu Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Roswita Nilakurnia, yang turut menjadi pembicara dalam forum tersebut mengatakan bahwa BPJamsostek hadir untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja indonesia.

Dirinya memastikan, bahwa pekerja disabilitas juga memiliki hak yang sama dalam memperoleh perlindungan dan kesejahteraan.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa BPJamsostek, memiliki program Jaminan Kecelakaaan Kerja Return to Work (JKK RTW), yaitu pendampingan kepada pekeja yang mengalami kecelakaan kerja, mulai dari perawatan, pelatihan, hingga mereka mampu bekerja kembali.

Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah.

Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.
Dalam rangkaian presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagkerjaan (BPJamsostek) menggelar konfrensi internasional bertajuk 'The 1ST International Conference on Manpower and Suistainable Development (IMSIDE)', transformation of manpower in the changin world of work. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, pada tanggal 8-9 September tersebut membahas berbagai isu terkini terkait ketenagakerjaan yang terbagi dalam 10 sesi terpisah. Salah satu isu menarik yang diangkat dalam forum ini, adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. (ist)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved