Berita Bali

Pelaku UKM Turut Terdampak Kenaikan BBM, Menteri Teten Usulkan Dua Program Bantuan

Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) juga dirasakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM).

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan keterangan usai pembukaan Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit di Nusa Dua. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) juga dirasakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menanggapi hal tersebut Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) telah mengajukan sejumlah program bantuan kepada Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

"Tentu berpengaruh, kita sudah mengusulkan dan sudah dibicarakan dengan Menko Perekonomian dan Menteri Keuntungan. Salah satunya yang sudah kita usulkan itu bantuan presiden atau Banpres untuk usaha mikro adalah dalam bentuk hibah," ujar Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki usai pembukaan Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di Gedung Art Bali, The Nusa Dua, Kamis 8 September 2022.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan keterangan usai pembukaan Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit di Nusa Dua.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan keterangan usai pembukaan Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit di Nusa Dua. ((Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin))

6 juta pelaku UKM se-Indonesia diusulkan oleh KemenKopUKM untuk mendapatkan banpres bentuk hibah dan akan segera direalisasikan begitu mendapatkan persetujuan Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

"Ini kan waktu pendek yah, mungkin kita targetkan sampai 6 juta pelaku UKM. Kami sudah persiapkan segala sesuatunya. Kita baru usulkan begitu sudah dapat persetujuan kami langsung salurkan karena waktu ini pendek, untuk mengejar sampai Desember," jelas Menteri Teten Masduki.

Besaran banpres hibah UKM diusulkan sebesar Rp 600 ribu per pelaku UKM, untuk teknis pencairannya seperti apa dan siapa saja yang mendapatkan akan segera diinformasikan lebih lanjut begitu disetujui.

Program kedua untuk membantu meringankan beban UKM terhadap naiknya BBM subsidi yakni kerjasama KemenKopUKM dengan Kementerian BUMN untuk pengadaan solar subsidi kepada nelayan.

Karena menurut Menteri Teten, selama ini para nelayan membeli solar itu dari Rp 6.000 sampai Rp 10.000, jadi kalau ada kenaikan Rp 6.800 bagi mereka masalah.

"Yang kita harus perbaiki sekarang adalah suplainya sehingga nanti suplainya dari Pertamina dengan koperasi-koperasi nelayan di desa-desa nelayan. Sehingga para nelayan itu nanti bisa mendapatkan harga solar dengan harga SPBU bukan harga eceran," imbuh MenKopUKM Teten Masduki.

Jadi kami gunakan momentum ini untuk memperbaiki akses kepada para nelayan untuk mendapatkan bahan bakar solar dengan harga resmi yang ditetapkan, karena 60 persen biayanya produksi nelayan itu adalah solar jadi ini akan terpengaruh.

"Kita akan piloting (pengadaan solar subsidi kepada nelayan melalui koperasi nelayan) sementara di 7 tempat sampai bulan Desember, tapi setelah bulan Desember kita akan perluas. Jadi kita akan menggunakan pertashop mini solar. Kita akan langsung ke koperasinya karena ini subsidi by name, by address si penerima supaya tidak disalahgunakan," paparnya.

7 daerah pilot project solar subsidi bagi nelayan melalui koperasi nelayan diantara Aceh Barat, Sumatera Utara, Indramayu Jawa Barat, Pekalongan Jawa Tengah, Semarang Jawa Tengah, Surabaya Jawa Timur, Lombok Timur NTB, dan Cilacap Jawa Tengah.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved