Berita Gianyar

Perkuat UMKM Gianyar, Anggota DPR RI Nyoman Parta dan Kemenkop Gelar Pelatihan

Sebagai salah satu daerah pariwisata internasional di Bali, bahkan Indonesia, masyarakat Kabupaten Gianyar selama ini banyak bergerak di bidang UMMKM

TB/Istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta bersama Kementerian Koperasi UMKM menggelar pelatihan di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Villa Kori Maharani, Desa Tulikup, Jumat 9 September 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebagai salah satu daerah pariwisata internasional di Bali, bahkan Indonesia, masyarakat Kabupaten Gianyar selama ini banyak bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Bahkan dalam data Pemkab Gianyar, jumlah UMKM di Gianyar saat ini berjumlah 80 ribu. Namun demikian, masih banyak pengusaha UMKM yang membutuhkan pelatihan, terutama dalam persaingan di dunia digital.

Terkait hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta bersama Kementerian Koperasi UMKM menggelar pelatihan di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Villa Kori Maharani, Desa Tulikup, Jumat 9 September 2022. Namun karena keterbatasan tempat, jumlah pengusaha yang diundang sebanyak 60 orang.

Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta bersama Kementerian Koperasi UMKM menggelar pelatihan di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Villa Kori Maharani, Desa Tulikup, Jumat 9 September 2022.
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta bersama Kementerian Koperasi UMKM menggelar pelatihan di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Villa Kori Maharani, Desa Tulikup, Jumat 9 September 2022. (TB/Istimewa)

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM RI, Tarkah Badrus mengatakan, ini berupakan bentuk sinergitas pihaknya dengan DPR RI dalam meningkatkan kualitas UMKM. Kata dia, wirausaha pemula perlu ada pendampingan, kolaborasi ini diharapkan agar mereka bisa naik kelas.

Badrus mengatakan, fasilitas peningkatan pasar UMKM relatif tersebuka. Sebab di Gianyar memiliki Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang berada di Desa Bedulu. Di sana, kata dia, pengusaha bisa berkonsultasi terkait Nomer Induk Usaha, sertifikasi halal dan sebagainya. "Bagi yang belum punya nomor induk berusaha, sertifikasi halal dan sejenisnya diminta bersuara atau konsultasi. Terlebih di Gianyar sudah ada PLUT. Kita juga dorong agar pemerintah memanfaatkan 40 persen dari APBD untuk belanja produk UMKM," ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta mengungkapkan, selama bertugas di Komisi VI, pihaknya menilai pengusaha UMKM masih memerlukan pelatihan. Sebab, pihaknya memahami bagaimana sulitnya menjadi pengusaha, terlebih lagi di dunia digital.

"Kita tahu betapa susahnya membangun usaha, telah pernah dilakukan pelatihan pilih ide produk, surat menyurat, pengurusan NIB, mendapatkan P-IRT, BPOM surat izin edar, hingga pelatihan barista level II. Ada yang sudah praktek jualan, barista rata-rata mereka langsung kerja. Ada yang berangkat ke luar negeri, dan ada yang buka usaha sendiri. Pelatihan digital marketing juga sudah, bagaimana berjualan di dunia digital. Ternyata itu belum cukup, banyak masih stagnan dan bertanya. Maka hari ini ada konsultasi bisnis, forum tempat curhat," ujarnya.

Parta pun berharap setelah konsultasi, 60 peserta ini diharapkan bisa naik kelas jadi pengusaha. "Produknya bisa diandalkan, syukur-syukur bisa mandiri, bisa pekerjakan tetangga, hebatnya lagi bisa bayar pajak ke negara. Kan luar biasa manfaatnya," ujar politisi asal Desa Guwang ini.

Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra dalam acara tersebut mengatakan, jumlah wirausaha di Gianyar sekita 80 ribu. Dia mengatakan, di tengah keterpurukan ekonomi pasca covid-19, UMKM sangat berperan perputaran ekonomi. Pihaknya pun berharap kegiatan ini, dapat meningkatkan lagi pasar para pengusaha UMKM di Gianyar. "Mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan ini, bisa tercapai sesuai harapan. Apalagi UMKM merupakan sektor penting dalam pergerakan ekonomi Gianyar," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved