Music Zone

Music Zone: The BCAP Angkat Kearifan Lokal di Single "12 Bar Arak Attack"

Di single anyar ini The BCAP mengangkat kearifan lokal, yakni minuman alkohol tradisional khas Bali, arak.

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/istimewa
The BCAP Angkat Kearifan Lokal di Single "12 Bar Arak Attack" 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setahun pasca merilis single perdananya berjudul "Bakti Sujati". Unit rock asal Bali, The BCAP (Bayak Conspiracy Art Project) kembali hadir dengan karya terbarunya. Berjudul " 12 Bar Arak Attack", single kedua ini rilis dengan format video musik, dan telah tayang di kanal Youtube, 1 September 2022.

Di single anyar ini The BCAP mengangkat kearifan lokal, yakni minuman alkohol tradisional khas Bali, arak.

Sama halnya di single perdananya, di lagu "12 Bar Arak Attack" ini kuartet yang diisi wajah-wajah lama di skena musik Bali menggunakan lirik bahasa Bali.

The BCAP Angkat Kearifan Lokal di Single
The BCAP Angkat Kearifan Lokal di Single "12 Bar Arak Attack" (Tribun Bali/istimewa)

"Di lagu baru kami kali ini mengangkat tema tentang minuman tradisional, arak yang sudah terkenal luas. Baik nasional maupun internasional," terang gitaris sekaligus frontman The BCAP, Made Bayak.

Arak Bali, menurut pria yang juga perupa ini mempunyai ragam fungsi. Selain dinikmati sebagai minuman alkohol tradisional, arak menjadi bagian dari sarana upacara agama, bahkan pengobatan.

"Arak berfungsi sebagai sarana kelengkapan upacara dalam ritual agama Hindu Bali, khususnya saat menghaturkan segehan pasti menggunakan tetabuhan arak, tuak atau berem sebagai sarana pengastawa, berkaitan dengan makna dari Tri Kona yang terdiri dari Utpeti (pengastawa/ngajum/puja) Stiti (ngadegang) dan Pralina (Ngemantukang) Ah-Kara dan Ang-Kara," papar Bayak.

Arak sebagai sarana pengobatan (usadha), diolah dengan campuran rempah dan dipercaya ampuh menyembuhkan penyakit luar, seperti memar. "Beberapa kelompok nelayan sebelum turun melaut di malam hari, mereka juga mengkonsumsi arak secukupnya untuk menghangatkan tubuh dari dalam," jelas Bayak.

"Arak disebut juga sebagai "air kehidupan". Dalam proses kegiatan adat arak sering juga dipakai untuk ajang bersosialisasi, sekadar melepas kepenatan dan melonggarkan urat syaraf sehabis bekerja," imbuh Bayak.

Berbicara musikalitas, single " 12 Bar Arak Attack" The BCAP menggabungkan multi genre. Mulai dari rock, metal, hardcore, punk, juga blues. Diisi teknik vokal rap dari Mank Ptrx dengan barisan rima mengikuti grove dan beat. Raungan gitar Bayak dengan rif kasar pekat distrorsi, didukung cabikan bass Tebho mengikuti dentuman beat drum dari Cetu menjadi musik The BCAP terasa megah.

"Dalam part interlude kami menggunakan konsep 12 bar blues, lick gitar dengan nada-nada pentatonic menjadi pilihan yang tepat sesuai konteks lagu. Ini simbol "hubungan" antara manusia, tuhan dan setan dalam sebuah konsep budaya Bali yang disebut Kanda pat, Manusa ye, Bhuta ye, Dewa ye," ucap Bayak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved