Berita Gianyar

Gara-Gara Mabuk, Warga Payangan Aniaya Istri dan Bapaknya

Wayan L (42) seorang warga Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Payangan

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi kekerasan - Wayan L (42) seorang warga Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Payangan, Sabtu 10 September 2022 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Wayan L (42) seorang warga Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Payangan, Sabtu 10 September 2022 kemarin.

Namun pengamanan itu bukan untuk ditahan untuk diproses, melainkan pihak kepolisian mengamankannya untuk mengantisipasi yang bersangkutan diamuk massa pasca menganiaya istri dan orangtuanya, akibat terpengaruh minuman keras.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Minggu 11 September 2022, kasus ini berawal ketika L pulang ke rumahnya Sabtu sekitar pukul 14.30 Wita.

Diduga karena pengaruh alkohol, saat berada di rumah ia justru mengamuk.

Diawali dengan memukul ayahnya yang sudah berusia 73 tahun.

Tak cukup di situ, ia juga memukul isrtinya, Ni Eayan S (36) hingga mengalami luka lebam.

Istri pelaku yang ketakutan, lantas berteriak meminta tolong.

Beruntung teriakan tersebut direspon oleh para tetangga.

Dimana saat itu, sejumlah warga lantas datangi pelaku, mengamankan pelaku agar tak mengamuk.

Bahkan saat itu, warga juga menghubungi bendesa lantaran pelaku sulit ditenangkan.

Setelah itu, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga itupun dilaporkan ke Polsek Payangan.

Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya mengatakan, pihaknya sempat mengamankan pelaku ke Polsek. Namun saat ini telah dipulangkan.

Sebab dari pihak korban sendiri tidak melaporkan kasus tersebut secara resmi. Sementara pihak korban sendiri telah dievaluasi ke RSU Payangan.

"Pelaku sempat kita amankan tapi tidak ditahan, karena korban sendiri tidak melaporkan peristiwa ini. Pelaku kita amankan untuk antisipasi adanya amuk massa," ujar AKP Ady.

Terkait penyebab korban mengamuk, AKP Ady menduga karena terpengaruh alkohol.

"Kita masih akan lakukan pemeriksaan terhadap pelaku namun sementara diduga pelaku ini dalam pengaruh minuman keras atau mabuk sehingga nekat menganiaya korban," tandasnya.

Kapolsek mengungkapkan, pelaku telah berulang kali melakukan penganiayaan setiap terpengaruh minuman keras.

Karena itu, pihaknya pun akan memanggil pelaku korban, termasuk bendesa dan perbekel setempat agar kejadian serupa tak terjadi lagi.

"Kami akan atensi dengan memanggil beberapa pihak. Karena pelaku sudah berulang kali ngamuk setiap mabuk," ujarnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved