Berita Bali

Kendaraan Konversi, Gunakan Motor Listrik Tanpa Sisakan Bangkai Motor

Di tengah problematika kenaikan harga BBM, berbagai solusi ditawarkan.

(Putu Yunia Andriyani)
Putu Yindy Kurniawan, Direktur PT Percik Saya Nusantara dalam uji coba kendaraan listrik hasil konversi di Harhubnas 2022 

Baterai motor listrik menggunakan baterai GESITS sebanyak dua unit disertai dengan kontroler.

“Secara peraturan dari Kementerian Perhubungan, konversi kendaraan tidak boleh merubah apapun selain penggerak.

Oleh karena itu, kami berusaha untuk tetap mempertahankan bagian motor sesuai hak intelektual Yamaha,” ujar Yindy.

Penaatan konversi ini pun dapat dilihat dari kecepatan kendaraan yang tidak berubah, yaitu hingga 110-120 km/jam untuk Yamaha XSR 115.

Daya angkut Yamaha XSR 115 sendiri juga tidak berubah dan masih sama seperti kekuatan sebelumnya.

Secara keseluruhan, Yindy mengonversi motor dengan mengubah maximal 5 persen sebagai rentan toleransi dari aslinya.

Konversi yang dipimpin Yindy mengarah pengisian daya ke dua sistem yaitu penukaran baterai dan pengecasan.

Penukaran baterai ini diperuntukkan apabila kendaraan melakukan pengisian di jalan raya.

Prosesnya sendiri sangat mudah yaitu hanya memerlukan waktu selama kurang lebih 10 detik.

Sementara pengecasan dilakukan saat kendaraan diam, seperti di rumah, kafe, dan kantor.

Sekali mengecas, waktu yang diperlukan untuk mengisi daya baterai hingga penuh adalah 4 jam.

Yindy mengatakan kendaraan konversi ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

Keunggulan pertama adalah kendaraan listrik bebas emisi karena tidak menggunakan BBM.

Dengan mengubah STNK menjadi kendaraan listrik, pajak kendaraan lebih murah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved