Berita Bali

Kendaraan Konversi, Gunakan Motor Listrik Tanpa Sisakan Bangkai Motor

Di tengah problematika kenaikan harga BBM, berbagai solusi ditawarkan.

(Putu Yunia Andriyani)
Putu Yindy Kurniawan, Direktur PT Percik Saya Nusantara dalam uji coba kendaraan listrik hasil konversi di Harhubnas 2022 

“Untuk Yamaha XSR 115 ini pajak sebelumnya sekitar Rp 415.000, namun setelah menjadi kendaraan listrik pajaknya menjadi Rp 30.000 per tahun,” kata Yindy.

Pengoperasionalnya sehari-hari, dua unit baterai GESITS hanya membutuhkan daya 3 Watt atau 3 kWh.

Artinya, sekali melakukan pengecasan, masyarakat hanya cukup mengeluarkan Rp 6.000 untuk jarak tempuh 100 km dengan kecepatan 50 km/jam.

Yindy menjelaskan berbagai brand kendaraan dan otomotif ternama yang sudah ada memiliki pengalaman tentang kenyamanan berkendara.

Ini menjadi salah satu alasan kuat pemilihan kendaraan listrik dengan konversi sesuai untuk kebutuhan saat ini.

Terkait harga, konversi kendaraan memiliki beragam jenis harga sesuai dengan jenis kendaraannya.

“Kalau Yamaha XXR 115 menghabiskan Rp 45.000.000 untuk proses konversinya.

Apabila baterai disubsidi oleh pemerintah, masyarakat tidak perlu membeli baterai namun cukup menyewanya saja,” jelas Yindy.

Dengan penyewaan baterai, harga untuk mendapatkan kendaraan konversi dapat menjadi lebih murah 50 persen.

Mesin tangki bahan bakar dari kendaraan sebelumnya juga diharapkan dapat dibeli kembali oleh pemilik brand.

Pembelian ini tentu akan memberikan pemasukan sehingga meringankan biaya konversi.

Target kedepan biaya konversi kendaraan ini dapat dilakukan dengan harga di bawah Rp 10 juta.

Penggunaan kendaraan konversi akan semakin maksimal dengan penyediaan stasiun penukaran baterai masyarakat oleh Pertamina.

Stasiun dapat mempermudah masyarakat untuk menukarkan baterainya di mana saja.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved